CFD Udayana Harus Bersih dari Kepentingan Politik
LOMBOKita – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengimbau masyarakat tidak memanfaatkan ajang “car free day” untuk kepentingan politik baik lokal maupun nasional.
“Ini penting, karena yang diinginkan dari interaksi masyarakat saat ‘car free day’ (CFD) adalah terbebas dari atribut perpolitikan,” kata Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang di Mataram, Jumat.
Dengan demikian, interaksi masyarakat di CFD terjadi tanpa batas dan sekat serta bisa berkomunikasi tanpa ada rasa saling berbeda.
Oleh karena itu, semua masyarakat yang memanfaatkan “event” di CFD pada Minggu (13/5), yang merupakan kegiatan CFD terakhir menjelang Ramadan 1439 Hijriah, dapat kooperatif terhadap imbauan itu.
“Selama bulan suci Ramadan kita tidak mengadakan CFD, karena itulah Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbagpol) akan memasang sejumlah imbauan dari pemerintah kota,” katanya.
Imbauan itu, katanya, mengingatkan masyarakat dan kelompok yang akan berkegiatan di CFD tidak mengembel-embeli dengan atribut yang bernuasa politik.
“Imbauan itu rencananya akan kami pasang di pintu masuk CFD bagian utara dan selatan Jalan Udayana,” katanya.
Untuk pengawasan, lanjut Martawang, pemerintah kota melibatkan tim dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Bakesbangpol dan Satpol PP Kota Mataram.
Ini sifatnya mengimbau, sehingga kita tidak ingin bersitegang hanya karena gara-gara persoalan ini. Semua pemangku kepentingan diimbau mengikutinya dan memanfaatkan CFD untuk tempat berolah raga tanpa ada sekat-sekat perbedaan,” katanya.
Ditanya apabila ada yang meminta izin untuk memanfaatkan CFD untuk kepentingan politik, Martawang mengatakan, tidak perlu ada izin karena pemerintah kota tidak mengizinkan untuk aktivitas politik.
“Imbauan kita ini berlaku bagi yang ingin memanfaatkan maupun menolak untuk memanfaatkannya. Mari kita buat satu momen di mana kita tidak tersegregasi oleh pilihan politik yang berbeda,” katanya.

Komentar ditutup.