Catherine, Svetlana dan Pancasila
Peringatan ini berlatar belakang dari rapat para pendiri bangsa dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) di Gedung Chuo Sangi In, Jakarta, yang pada masa kolonial Belanda merupakan Gedung Volksraad dan sekarang dikenal sebagai Gedung Pancasila. Dalam rapat BPUPKI pada 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan pidato mengenai lima dasar negara yang dia sebut dengan nama Pancasila.
Selain memperingati Hari Lahir Pancasila, bangsa ini setiap tahun juga memperingati Hari Kesaktian Pancasila tiap 1 Oktober. Dari tahun ke tahun sejak 1 Oktober 1965 hingga kini diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Namun sesungguhnya Kesaktian Pancasila itu untuk siapa? Pancasila selain menjadi ideologi dan dasar negara juga menjadi sumber dari segala sumber hukum di Indonesia dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Pancasila yang lahir dari akar sejarah budaya bangsa mengandung nilai-nilai luhur universal yang menjadi pedoman bagi bangsa Indonesia yakni Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Tetapi benarkah Pancasila telah benar-benar diamalkan oleh seluruh komponen bangsa Indonesia? Dalam sebuah negara yang berlandaskan Pancasila mengapa masih terjadi radikalisme dan ekstremisme serta ideologi lain yang bertentangan dengan Pancasila? Mengapa di negara yang berasaskan Pancasila praktik korupsi justru marak, ketidakadilan merebak, pembunuhan sadistis dan di luar nalar, masyarakatnya mudah diadu domba, dan pengingkaran terhadap Ketuhanan dan nilai-nilai agama? Memperingati Hari Kesaktian Pancasila tidak sepenting mengamalkan nilai-nilai Pancasila pada kehidupan nyata sehari-hari dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Nilai-nilai luhur Pancasila jangan sampai luntur di kalangan masyarakat Indonesia. Revitalisasi nilai-nilai Pancasila hanya bisa terjadi jika ada aktualisasi nilai-nilai Pancasila oleh segenap masyarakat bangsa ini. Saatnya Pancasila kembali direvitalisasi sebagai dasar falsafah negara dan menjadi prinsipa prima bersama norma agama. Sebagai prinsipa prima maka nilai-nilai Pancasila dan norma-norma agama merupakan dasar untuk seluruh masyarakat Indonesia berbuat baik.
Menunjung tinggi Pancasila menjadi momentum penting bagi bangsa Indonesia mengamalkan nilai-nilai Pancasila.Saya, anda, dan kita semua Pancasila untuk Indonesia. Selalu dan selamanya.
