Bupati Lombok Utara Resmikan Bangunan Sekolah Bahan Sampah Plastik

LOMBOKita – Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu secara simbolis meresmikan bantuan tiga lokal Ruang Kelas Belajar (RKB) bagi SDN 4 Sigar Penjalin Kecamatan Tanjung, Selasa (1/11/2021).

Pembangunan RKB ini didukung oleh Yayasan Classroom of hope Indonesia yang memberikan perhatian kepada Lombok Utara untuk membantu memulihkan kembali fasilitas gedung sekolah yang rusak akibat bencana gempa bumi tahun 2018 lalu. Dimana yayasan yang bekerjasama dengan Block Solution membangun gedung RKB dari hasil olahan sampah plastik.

Tiga lokal RKB ini merupakan sekolah kedua yang dibangun dengan menggunakan material daur ulang sampah, sebelumnya yayasan tersebut, membangun RKB di salah satu sekolah di Desa Taman Sari Kecamatan Gunungsari Lombok Barat.

“Saya berterimakasih kepada lembaga pendonor yang mau melakukan perbaikan kembali terhadap sekolah yang rusak akibat gempa di KLU,” ungkap Bupati Djohan Sjamsu ditemui usai peresmian.

Dijelaskan, masih banyak sekolah di daerah yang ia pimpin ini kondisinya rusak akibat gempa. Tidak hanya fasilitas belajar, demikian pula banyak fasilitas rumah ibadah pun dengan rumah warga yang masih belum bisa dibangun.

Ia juga mengapresiasi terhadap hasil olahan sampah plastik yang ternyata bisa menjadi bangunan yang kokoh.

Bupati berharap ke depan ada pabrik pengolahan sampah yang terbangun di Lombok Utara sehingga dapat menjawab persoalan sampah plastik serta menjadi peluang terbukanya lapangan pekerjaan bagi tenaga lokal.

Terkait itu, Yayasan Class Room of Hope Indonesia juga berencana untuk membangun Perusahaan di Lombok. Lantaran material pembangunan tersebut dirasa ramah lingkungan dan sangat bagus, manfaatnya pun akan baik jika digunakan untuk pembangunan khususnya rumah tahan gempa.

Sementara itu, Ketua Yayasan Class Room of Hope Indonesia Jimmy Hutasoit menjelaskan, pembangunan RKB tiga lokal ini kurang lebih membutuhkan waktu sekitar 28 hari pengerjaannya. Dibutuhkan sekitar 6 ton sampah untuk membanguna tiga kelas belajar ini dengan rincian luas 48m persegi.

Selain di SDN 4 dan pihaknya juga membangun rumah percontohan di Desa Sigar Penjalin dengan luas 40 meter persegi.

“Untuk pondasinya saja kita membutuhkan sekitar waktu 7 hari pengerjaanya. Kita sudah melakukan testing kekuatan eco blok ini, kalau satu eco blok ini 10 kali lipat lebih kuat daripada batu bata merah,” jelasnya.

Nyaris keseluruhan RKB ini merupakan eco blok yang berbahan dari sampah. Ketika gempa pihaknya mengklaim bangunan akan fleksibel mengikuti getaran sehingga tidak mengakibatkan keretakan.

Yayasan Class Room of Hope mencatat, ketika gempa Agustus 2018 lalu ada sekitar 3,500 ruang kelas belajar dari 600 sekolah terdampak gempa. Di antaranya 1,400 RKB itu hancur. Ini merupakan tugas yang akan dilakukan oleh yayasan yang ia pimpin ke depan.