Bupati Lombok Utara Monitoring Proyek Fisik 2017
LOMBOKita – Sejumlah kegiatan proyek fisik tahun anggaran 2017 lalu menjadi atensi pemerintah Kabupaten Lombok Utara untuk melakukan monitoring dan evaluasi hasil pekerjaan.
Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar bersama jajaran SKPD meninjau hasil kegiatan proyek fisik di daerah itu.
Monitoring dilakukan mulai dari Kecamatan Pemenang dengan meninjau Pasar Holtikultura yang berlokasi di samping terminal Bangsal, pasar Bursa Kerajinan, Puskesmas di Gili Trawangan dan sejumlah kegiatan fisik lain yang ada di Gili Air.
Keberadaan bangunan pasar holtikultura mendapat respon positif orang nomor satu di daerah Tioq Tata Tunaq ini. Bupati menilai, keberadaan pasar ini akan menjadi solusi memenuhui kebutuhan sayuran para pengusaha hotel yang ada di tiga gili.
“Pasar ini sebagai pusat hasil pertanian yang akan didrop ke seluruh hotel di KLU terutama tiga Gili,” ungkap Bupati, Senin (15/1/2018).
Diketahui, pada tahap awal pembangunan pasar holtikultura telah menelan anggaran sekitar Rp 3 miliar lebih. Meski demikian pembangunan pasar yang berada tepat di sebelah Terminal Bangsal tersebut belum sampai tahap finishing.
Dijelaskan Bupati, pemerintah akan membidik segmen hotel khususnya yang berada di tiga gili. Karana selama ini pengusaha hotel acapkali menggunakan bahan dari luar Lombok Utara.
“Ini tidak seperti pasar tradisional apalagi para petani kita sudah diajarkan bagaimana mengemas produk dan lain sebagainya. Intinya barang di sini akan standar hotel dan yang paling penting itu bersifat kontinuitas,” jelasnya.
Kaitan dengan pengelolaan pasar holtikultura, rencanananya akan dipihak-ketigakan. Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) akan dibangun pemerintah khusus untuk sektor ini. Pemerintah akan tetap mengedepankan pengusaha lokal sepanjang mereka siap.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Perdagangan dan UMKM Lombok Utara Fahri mengatakan, pasar holtikultura yang ada dibangun dengan jumlah sket ruangan 32 lokal yang akan menampung puluhan pedagang asal KLU.
Dalam pembangunan ini, pihaknya menganggarkan sekitar Rp 1 miliar pada tahun ini untuk tahap lanjutan.
