Baru Kenal Lempar Senyuman, Di Rusia Dibilang Kurang Waras
Kelelahan
Kembali ke masalah perempuan Rusia dalam penampakan yang dingin dan sulit diajak berkomunikasi, menurut warga Rusia Irina Khatuntseva yang mahir berbahasa Indonesia, hal itu tidak benar semuanya. Perempuan Rusia terlihat dingin karena mungkin lelah dan banyak pikiran.

Menurut dia, tidak gampang menerima senyuman orang yang baru mereka kenal. Bahkan, perempuan Rusia bisa menganggap orang yang mengajaknya tersenyum itu kurang waras sehingga enggan menanggapinya.
Namun, lanjut dia, jika sudah kenal dengan perempuan Rusia (hal ini juga diakui sejumlah orang Indonesia yang berada di negeri itu), mereka sangat menyenangkan untuk diajak berkomunikasi.
Irina yang biasa disapa Ira itu menjelaskan bahwa perempuan Rusia setelah Uni Sovyet pecah cenderung modis. Semua itu didapat dari tayangan teve, majalah, atau melalui jelajah di dunia maya. Akibatnya, sering ditemukan model yang sama dikenakan orang meski mereka tak saling kenal.
Anak muda Rusia, kata Ira yang pernah belajar di Universitas Negeri Yogyakarta melalui program darmasiswa itu, sebagian menggemari sinetron dari Amerika, bahkan belakangan mulai mengikuti tren Jepang dan Korea.
Menyinggung masalah perempuan yang tampil modis, sebenarnya untuk lebih nyaman, kemudian mungkin mencari pacar.
Ira yang memiliki pacar orang Yogya itu menjelaskan bahwa keterbukaan dalam berbusana terjadi setelah Uni Sovyet pecah. Kala itu, semua pakaian orang di negaranya berwarna abu-abu atau tenang. Sekarang sesuka penggunanya, baik pakaian maupun aksesori yang mereka pakai.
Ketika ditanya relatif banyaknya perempuan muda Rusia yang merokok, menurut Ira, beragam alasan, di antaranya karena memang membutuhkan lantaran udara di Rusia dingin dan bisa saja pengaruh teman.
Sebagai contoh, mahasiswi yang tadinya tidak merokok, kemudian kenal dengan rekannya yang perokok, lama-lama yang bersangkutan akan terpengaruh. Biasanya tempat merokok di lingkungan kampus di halaman luar karena tidak semua tempat bisa digunakan. Di tempat itu bisa menjadi ajang untuk menggali informasi. Pasalnya, di sana akan berkumpul, baik laki-laki maupun perempuan perokok dari beragam fakultas dan jurusan sehingga informasi mengalir di sana.

Komentar ditutup.