Letusan Gunung Agung dalam Perspektif Masyarakat China
“Kenapa Anda tidak paparkan gunung api sebagai keunggulan utama objek wisata yang dimiliki negara Anda?” bisik seorang tokoh komunitas wisatawan China kepada salah satu diplomat muda RI.
Ia merasa perlu mengingatkan sang diplomat perempuan yang sempat kerepotan itu saat menjawab pertanyaan seorang perwakilan agen perjalanan wisata China mengenai keunggulan objek wisata Indonesia dengan Thailand yang sama-sama memiliki pantai berpanorama indah.
“Anda punya banyak gunung berapi yang indah. Thailand tidak,” kata pria gondrong yang sudah melanglang buana ke mancanegara, termasuk tiga kali ke Indonesia, membandingkan.
Sang diplomat yang sudah hampir dua tahun bertugas di KBRI Beijing itu tersadar sampai-sampai harus berdiri dari tempat duduknya seusai berbicara dalam ajang promosi wisata yang digelar Kementerian Pariwisata RI di Langfang, Provinsi Hubei, April lalu.
“Selain pantai, wisatawan China juga menyukai pemandangan gunung berapi loh,” ujar pria yang juga mengasuh laman pariwisata berbahasa Mandarin itu mengingatkan.
Meskipun berupa daratan luas dan beberapa wilayah di timur laut, utara, barat, barat daya, selatan, dan tengah berbukit, China tidak satu pun memiliki gunung api.
Garis pantainya juga tidak panjang kendati wilayah China sepuluh kali lipat luas wilayah daratan Indonesia.
Baru beberapa tahun belakangan ini, perhatian wisatawan asal daratan Tiongkok mulai tertuju ke Indonesia.
Ditunjang dengan kebijakan pemerintah Indonesia yang membebaskan visa kunjungan selama 30 hari, maka dalam dua tahun terakhir China menjadi pemasok terbesar wisatawan asing ke Nusantara.
