Hujan Petir Melanda, BMKG NTB Imbau Waspada Cuaca Ekstrem
LOMBOKita – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengimbau warga Nusa Tenggara Barat untuk mewaspadai peningkatan potensi cuaca ekstrem pada dasarian dua November tahun 2017 karena bisa membahayakan keselamatan jiwa.
“Waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan, seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang akibat angin kencang dan jalan licin,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno di Mataram, Senin.
Ia menyebutkan kondisi suhu muka laut di Indonesia menunjukan kondisi cukup hangat, ENSO berindikasi pada kondisi la nina lemah dan angin permukaan di wilayah NTB menunjukkan angin timuran masih cukup dominan.
Namun demikian, angin timuran di lapisan atas mulai melemah. Kondisi tersebut meningkatkan peluang hujan di wilayah NTB.
Peluang terjadinya curah hujan 50 hingga 150 milimeter (mm) di wilayah NTB pada dasarian dua November tahun 2017 adalah 50 hingga 90 persen.
Peluang curah hujan lebih dari 100 mm sebesar 40 hingga 60 persen berpotensi terjadi di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Timur bagian utara, Sumbawa Barat bagian utara, dan Dompu.
“Dengan adanya potensi curah hujan lebih dari 100 mm, perlu diwaspadai peningkatan potensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang lima kabupaten/kota itu,” ujar Luhur.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, melaporkan telah terjadi banjir luapan di Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, pada Senin, sekitar pukul 14.30 WITA.
Penyebabnya adalah saluran drainase yang tersumbat material sampah serta hujan dengan intensitas ringan.
Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas di jalan raya terganggu karena terendam air dengan ketinggian 20 centimeter (cm) hingga 60 cm sepanjang 300 meter.
Ada juga rumah yang tergenang air sebanyak 50 unit dan satu unit mobil rusak ringan.
BPBD NTB juga mendapatkan laporan bahwa telah terjadi hujan lebat dan angin kencang disertai petir/kilat yang merusak atap sejumlah rumah dan tempat ibadah di Dusun Kelebuh, Desa Pejanggik, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, pada Senin, sekitar pukul 13.30 WITA.
“Tim BPBD Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Tengah sudah turun ke lokasi banjir dan mengecek rumah penduduk yang tergenang air dan yang rusak akibat angin kencang,” kata Kepala BPBD NTB H M Rum.
