Maluku Utara Luncurkan Batik dengan Motif Terbaru
LOMBOKita – Pengelola Batik Malifo Ternate, Maluku Utara (Malut) memperingati Hari batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober dengan meluncurkan tiga produk baru dengan motif pala, cengkeh dan pohon kelapa.
“Momentum hari batik nasional ini diselenggarakan oleh Dekranasda sekaligus menggunakan brand baru dengan nama Batik Malefo,” kata Pengusaha Batik Malifo, Hasnia Ishak di Ternate, Senin Peluncuran produk baru tersebut dilakukan oleh Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman.
Menurut Hasnia, Pemilik Batik Malefo, untuk memperingati hari batik nasional maka Batik Malefo meluncurkan 10 motif terbaru dengan corak, batik cengkeh, pala, bambu, bidadari dan juga lainnya, dan kombinasi.
“Untuk motif terbaru sendiri ada tiga dengan corak palah dan cengkeh, dan untuk pewarna sendiri kita menggunakan pewarna alami dan ke depannya kita terus menggunakan pewarna alami,” kata Hasina.
Selain itu, momen hari batik nasional ini mendorong para pengrajin semakin bersemangat kendati kebanyakan orang menganggap pembuatan batik itu cukup rumit dan susah.
Hasina mengaku, alasan sehingga dia menggunakan bahan-bahan alami adalah, karena menurutnya, bahan-bahan alami seperti daun pala, cengke, jeruk dan lainnya itu membuat pakaian awet dan tahan lama.
Selain itu, tekstur kainnya lebih lembut dan pewarnaanya sangat alami, sehingga ini menjadi terobosan tersendiri dalam dunia batik.
“Saya maunya yang alami-alami saja, karena pakaian ini yang mau dipakai adalah masyarakat sehingga harus lakukan yang terbaik,” ujarnya.
Sementara itu, Kadisperindag Kota Ternate, Nuryadin Rachman ketika dihubungi menyatakan, untuk pemasaran batik sendiri, saat ini telah tersedia di Swalayan Tara No Ate, yang di mana bukan hanya batik, tapi seluruh produk-produk IKM yang melalui sentral kerajinan home industri akan dipasarakan di sana.
Swalayan Tara No Ate telah bekerja sama dengan Rumah Kreatif BUMN yang di dalamnya juga terdapat Belanja.com dan transaksi online.
