Mahasiswa KKN Tematik Unram Kelurahan Sasake Sulap Eceng Gondok jadi Kerajinan Tangan
LOMBOKita – Eceng Gondok adalah jenis tumbuhan yang hidup mengapung di air. Bernama latin Eichhornia Crassipes, tanaman ini hidup di rawa-rawa atau di sungai.
Di kawasan perairan Sasake yang behubungan langsung dengan bendungan Batujai, eceng gondok tumbuh sangat cepat dan banyak. Inilah mengapa kemudian eceng gondok dikelompokkan sebagai gulma; perusak lingkungan perairan.
Walaupun Eceng gondok dianggap sebagai limbah karena menyebabkan pencemaran lingkungan. Tapi ternyata, limbah yang satu ini memiliki manfaat . Salah satunya adalah dapat diolah menjadi produk kerajinan tangan yang dapat digunakan untuk kehidupan sehari-hari bahkan bisa memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Dalam proses pembuatannya, kerajinan dari eceng gondok tentunya tidak semata-mata dihasilkan dari eceng gondok yang baru diambil dari lokasi perairan tempatnya berada. Karena sebelum dapat diolah menjadi sebuah kerajinan, eceng gondok tersebut harus melalui beberapa tahapan untuk akhirnya dapat diolah dengan benar.
Tahap pertama dalam proses ini yaitu, pencucian eceng gondok menggunakan air. Eceng gondok yang telah terkumpul dicuci bersih hingga kotoran-kotoran yang berada atau menempel di batang eceng gondok tersapu bersih dan terlihat lebih indah.

Disinilah tahap yang ditunggu-tunggu, tahap pengayaman eceng gondok menjadi kerajinan. Eceng gondok yang sudah dipastikan kering kemudian di pilah pilih sesuai ukuran batang eceng gondok, mulai dari yang pendek hingga batang eceng gondok yang panjang. Dengan begitu, saat pengayaman berlangsung lebih mudah dalam menyambungkan eceng gondok sesuai ukuran yang sama.
Kerajinan eceng gondok ada banyak macam diantaranya: tatakan gelas, kotak tisu, keranjang make-up dan hiasan dinding. Gimana, tertarik mau membuat kerajinan dari eceng gondok? Hitung-hitung mengurangi salah satu penyebab pencemaran perairan, atau bisa jadi peluang usaha sedang terbuka lebar. Yuk berkreasi!.

