Muhlis Hasim, Ingin Maju Bersama Pemuda

LOMBOKita – Menjadi calon anggota legislatif pada Pemilihan Umum 2019 merupakan kesempatan pertama bagi Muhlis Hasim. Setelah malang melintang di dunia organisasi sejak menjadi mahasiwa. Kini ia mulai memasuki politik praktis sebagai fungsionaris DPD Partai Golkar Propinsi NTB.

Presiden Mahasiswa IAIN Mataram periode 2001-2002 adalah salah satu mahasiswa kebanggaan di zamannya.

Dunia aktivis membuatnya matang dalam bergaul dengan lintas sektoral, politisi, birokrat, petani dan tuan guru serta kalangan tua dan muda. Akan tetapi dengan usia yang masih relatif muda, ia lebih banyak bergaul bertukar gagasan dan pembinaan terhadap kalangan anak muda.

Chles ingin maju bersama pemuda, dengan mengusung branding “Ite Pade Ite, Jamak-jamak, Jeri Wah”

Usia pemuda itu adalah usia emas. Maka mitra paling strategis untuk diajak berfikir adalah pemuda. Jika memperhatikan usia normal rata-rata manusia, usia pemuda masih memiliki waktu yang lebih panjang untuk berkarya, tegas pria yang akrab disapa Chles itu, tanpa bermaksud mengabaikan peran orang tua.

Menurutnya, pemuda harus mendapatkan perhatian khusus. Lebih-lebih saat menghadapi zaman yang semakin tidak menentu, peluangnya sama dengan ancamannya. Di tengah kemajuan tekhnologi, terdapat bahaya yang mengancam. Jika pemuda rusak, maka bangsa Indonesia juga terancam mengalami kemunduran.

Kita menyebut zaman ini dengan zaman milenial yang dipengaruhi oleh globalisasi. Globalisasi salah satunya ditandai dengan kemajuan tekhnologi. Arus informasi juga sangat deras, sulit membedakan mana yang benar dan mana yang bohong. Jika tidak punya bekal, maka generasi kita akan tergiring dalam keterpurukan., ulasnya.

Bekal yang dimaksud Muhlis adalah pendidikan, keterampilan, dan tentu saja dilandasi oleh nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.

Oleh karena itu, menjadi anggota dewan, menurutnya, merupakan media untuk turut berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia bagi pemuda di daerahnya.

Jika terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Lombok Timur, Caleg Partai Golkar Dapil III yang meliputi Kecamatan Montong Gading, Sikur dan Terara dengan nomor urut 4 ini berencana berada di komisi yang membidangi pendidikan dan pemuda.

Inspirasi Pemuda

Muhlis Hasim lahir pada 31 Desember 1979 dari keluarga petani yaitu pasangan Alm. H. Abdul Hakim dan Alm. Siti Aisyah di sebuah dusun terpencil di wilayah Desa Pringgajurang Kecamatan Montong Gading.

Kehadirannya di dunia politik dapat dijadikan inspirasi oleh generasi muda, bahwa untuk menjadi Anggota DPRD tidak harus dari keluarga kaya raya, juga tak harus berasal dari kota. “Kita semua memiliki kesempatan yang sama,” ujar Chles.

Sejak menamatkan pendidikan di SDN Kayulian, Chles melanjutkan pendidikan di MTs NW Pringgajurang, MAKN (MAN 2) Mataram, S1 IAIN Mataram.

“Belajar di madrasah dan lembaga pendidikan agama lainnya merupakan sebuah kebanggaan, sebab agama dan akhlak harus diutamakan,” katanya.

Pada Juni 2005, ia memutuskan untuk merantau ke Jakarta. Padahal tak ada keluarga dan kerabat yang dapat membantu melawan kejamnya ibukota. Berbekal kemampuan menulis membawanya menekuni dunia jurnalistik sebagai wartawan di sebuah tabloid politik, berpenghasilan secukupnya sebagai modal awal biaya kuliah S2 di Universitas Indonesia.

Selain aktif sebagai Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, ia juga bekerja sebagai Tenaga Ahli Anggota DPR RI selama 10 tahun. Kini ia kembali ke kampung halamannya, hidup bermasyarakat yang selama di ibukota sangat jarang didapatkan.

Sebagai generasi terdidik, berwawasan dan berpengalaman, ia ingin mempersembahkan kemampuannya untuk membangun daerahnya. Ia ingin berikhtiar sebagai anggota parlemen.

Bagi Muhlis Hasim, menjadi Anggota DPRD Lombok Timur bukan semata-mata mencari pekerjaan apalagi sebagai mata pencaharian. Ia lebih suka menjadikannya sebagai jenjang karir sebagai modal dalam membangun masyarakat.

Muhlis ingin mengejar prestasi bahwa ia pernah menjadi orang yang bermanfaat. Maka kesempatan menjadi anggota DPRD akan dimanfaatkan secara maksimal bersama rakyat, memperjuangan apa yang menjadi aspirasinya dan memberikan apa yang menjadi haknya.

Saya masih muda, saya ingin terus berkarya selama masih ada usia. Saya ingin maju bersama pemuda. Saya tidak ingin menyia-nyiakan kepercayaan. Sebab saya hanya memiliki kesempatan sekali. Setelah itu, susah diraih kembali, pungkasnya.

1 Komentar

  1. Zulwarnaen

    Kok di awal tulisanya tertulis anggota DPD ,dan di akhir mungkin perlu d koreksi karna menurut saya tulisan di tengah2nya keliatan di tulis oleh seorang simpatisan kok di akhirx beda. Tapi semoga kita sukses selalu ,amin3 ya robbal alamin

Komentar ditutup.