Jawab Keluhan Antrean Obat, RSUD dr Soejono Selong Membuka Depo Farmasi
LOTIM LOMBOKita — Menjawab keluhan masyarakat terkait lamanya waktu tunggu pengambilan obat, RSUD dr. R. Soedjono Selong akan membuka Depo Farmasi baru mulai Senin, 21 September 2026.
Pembukaan depo farmasi baru tersebut menjadi salah satu langkah manajemen rumah sakit untuk melakukan pembenahan pelayanan, khususnya dalam mengurai antrean serta meningkatkan efektivitas dan kenyamanan pelayanan obat bagi pasien.
Depo Farmasi baru ini nantinya akan melayani kebutuhan obat bagi enam poli rawat jalan, yaitu Poli Jantung, Poli Urologi, Poli Onkologi, Poli Bedah Toraks Kardiovaskular (BTKV), Poli Bedah Saraf, dan Poli Jiwa.
Dengan adanya pemisahan titik pelayanan tersebut, pasien dari enam poli tersebut tidak lagi terpusat pada satu titik pelayanan farmasi. Langkah ini diharapkan dapat membantu mengurai antrean sekaligus membuat alur pelayanan obat menjadi lebih efektif.
Keluhan masyarakat terkait antrean di pelayanan farmasi selama ini menjadi salah satu perhatian manajemen rumah sakit. Masukan tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi untuk mencari solusi yang dapat mempercepat proses pelayanan tanpa mengabaikan ketepatan dan keselamatan dalam pemberian obat kepada pasien.
Direktur RSUD dr. R. Soedjono Selong, dr. H. Anjasmoro, Sp.Rad, mengatakan bahwa pembukaan depo farmasi baru merupakan bentuk respons rumah sakit terhadap kebutuhan dan keluhan yang disampaikan masyarakat.
“Kami mendengar dan memperhatikan keluhan masyarakat terkait antrean dan waktu tunggu obat. Karena itu, kami melakukan evaluasi dan salah satu langkah yang kami ambil adalah membuka depo farmasi baru,” ujar dr. H. Anjasmoro.
Menurutnya, pelayanan farmasi merupakan salah satu bagian penting dalam rangkaian pelayanan pasien. Karena itu, aspek kecepatan pelayanan perlu terus diperbaiki, namun tetap harus berjalan beriringan dengan ketepatan pemberian obat dan keselamatan pasien.
“Yang kami harapkan tentu pelayanan menjadi lebih efektif, antrean dapat lebih terurai, dan waktu tunggu pasien bisa semakin baik. Namun, kami juga tetap memastikan bahwa proses pelayanan obat dilakukan sesuai prosedur dan mengutamakan keselamatan pasien,” jelasnya.
Direktur menambahkan, pembukaan depo farmasi baru bukan hanya sekadar penambahan fasilitas, tetapi merupakan bagian dari upaya rumah sakit melakukan penataan sistem pelayanan agar lebih sesuai dengan kebutuhan pasien.
“Kami ingin setiap keluhan yang disampaikan masyarakat tidak berhenti sebagai keluhan, tetapi menjadi bahan bagi kami untuk melakukan perbaikan. Ini bagian dari komitmen kami untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan di RSUD dr. R. Soedjono Selong,” tegasnya.
Depo Farmasi baru tersebut akan mulai memberikan pelayanan pada Senin, 21 September 2026. Dengan adanya penambahan titik pelayanan ini, rumah sakit berharap proses pelayanan obat kepada pasien dapat berlangsung lebih efektif dan memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi pasien maupun keluarga.
Manajemen RSUD dr. R. Soedjono Selong juga mengajak masyarakat untuk terus menyampaikan kritik, saran, maupun keluhan melalui kanal pengaduan yang telah disediakan. Masukan dari masyarakat akan menjadi bagian dari evaluasi dalam upaya peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.
Pembukaan Depo Farmasi baru menjadi salah satu langkah konkret RSUD dr. R. Soedjono Selong dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat komitmen untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada keselamatan serta kenyamanan pasien
