Antisipasi El Niño Lotin Bangun 205 Sumur Bor Disiapkan Jaga Ketahanan Pangan

Keterangan foto : Kadis pertanian Lombok Timur L Pathul Kasturi

LOTIM LOMBOKuta — Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur, L. Pathul Kasturi, mengatakan pemerintah daerah sudah menyiapkan langkah mitigasi menghadapi potensi kekeringan akibat anomali iklim. Berdasarkan ramalan BMKG, pada 2026 Indonesia dan NTB khususnya Lotim diprediksi mengalami El Niño yang cukup panjang atau disebut “El Niño gozila”.

“Ini menjadi antisipasi kita terutama untuk menyelamatkan program Asta Cita Presiden terkait ketahanan pangan,” ujar Pathul saat ditemui di kantornya, Selasa (15/9/2026.)

Pathul menyebutkan target produksi pangan nasional 2025 sebesar 3 juta ton setara beras secara nasional sudah tercapai. Bahkan target yang semula dipatok untuk 4 tahun, mampu dipenuhi hanya dalam 1 tahun.

Capaian swasembada pangan juga sudah tembus 4,2 juta ton. Angka ini dinilai luar biasa dan tidak lepas dari kontribusi Kabupaten Lombok Timur.

“Produksi 2025 surplus. Terkait kondisi saat ini, Agustus-September ini adalah puncaknya,” jelas Pathul.

Untuk menghadapi anomali iklim, Pemkab Lotim sudah menyiapkan beberapa program. Di antaranya penyediaan sumber air melalui pembangunan jaringan irigasi, perpompaan, dan pembuatan sumur bor., termasuk memanfaatkan embung embung masyarakat

Program sumur bor ditargetkan mampu mengairi 10 hektar per 1 titik. Saat ini sudah diusulkan 205 titik sumur bor yang dikerjakan secara kelompok. Jika terealisasi, akan menambah indeks pertanaman seluas 259 hektar.

“Pada kondisi apapun kita mampu menjaga ketahanan pangan,” tegasnya.

Selain sumur bor, Lotim juga mendapat program perpompaan yang disalurkan langsung ke sawah petani. 1 unit perpompaan ditargetkan untuk mengairi 3 hektar lahan.

Program sumur bor dan perpompaan ini diprioritaskan di seluruh Kabupaten Lotim guna menyukseskan ketahanan dan keberlanjutan produksi pangan, khususnya padi.

Fathul juga mengatakan bagian selatan Lotim menjadi perhatian khusus karena potensi kekurangan debit air. Upaya yang dilakukan adalah mencari sumber air dalam tanah dan membangun embung yang sudah ada.

Hingga saat ini, Pathul memastikan belum ada penurunan luas tanam yang signifikan, gagal tanam, maupun penurunan hasil akibat kekeringan.

“El Niño sekarang secara umum tidak seekstrem yang dikhawatirkan. Dan ini tidak semua wilayah mengalami kondisi seperti itu. Saat ini masih bagus untuk tanam,” ujarnya.

terhadap kondisi ini, Pemerintah meminta petani untuk menanam varietas yang sesuai dengan kondisi lahan, terutama yang rentan kekeringan.

“Padi sekarang banyak varietas yang tahan terhadap kekeringan dan kelebihan air. Termasuk juga jagung,” pungkas Pathuk

Dengan langkah mitigasi ini, Pemkab Lotim optimis ketahanan pangan di daerah tetap terjaga meski menghadapi tantangan iklim ke depan.