Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Ditarget Tembus Rp5 Triliun

LOMBOKita— Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 ditargetkan kembali memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi Nusa Tenggara Barat (NTB), bahkan diproyeksikan mencapai Rp5 triliun.

Target tersebut meningkat dibandingkan dampak ekonomi penyelenggaraan MotoGP Mandalika pada tahun-tahun sebelumnya. Pada 2024, dampak ekonomi yang dihasilkan tercatat sekitar Rp4,2 triliun, kemudian meningkat menjadi sekitar Rp4,9 triliun pada 2025.

Direktur Operasi ITDC sekaligus Chairman MotoGP Mandalika 2026, Troy Waroka, optimistis tren positif tersebut berlanjut pada penyelenggaraan tahun ini.

“Insyaallah setelah pelaksanaan, kita akan mencapai Rp5 triliun. Tentunya angkanya harus menunggu hasil MotoGP selesai dan kemudian diterbitkan sekitar tiga sampai empat bulan,” kata Troy.

Jika target tersebut tercapai, maka dampak ekonomi MotoGP Mandalika 2026 akan meningkat sekitar Rp800 miliar dibandingkan 2024 dan sekitar Rp100 miliar dibandingkan 2025.

Menurut Troy, peningkatan dampak ekonomi tersebut tidak terlepas dari semakin berkembangnya ekosistem MotoGP Mandalika.

Ajang balap internasional itu kini tidak hanya memberikan manfaat pada sektor pariwisata, tetapi juga mendorong aktivitas transportasi, akomodasi, perjalanan wisata, perdagangan hingga usaha masyarakat.

Salah satu faktor pendukungnya adalah konektivitas menuju Lombok yang semakin mudah.

Variasi rute dan jadwal penerbangan melalui Jakarta maupun Bali dinilai memberikan pilihan lebih banyak bagi wisatawan dan penonton untuk datang ke Lombok.

“Konektivitas semakin mudah dan jamnya juga semakin bervariasi. Saya melihat kehadiran TransNusa membawa perubahan dalam konektivitas Bali, Jakarta sampai Lombok,” ujar Troy.

Ia menilai kemudahan akses tersebut akan berpengaruh terhadap jumlah kunjungan penonton sekaligus perputaran ekonomi selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika.

Troy pun optimistis MotoGP Mandalika 2026 akan semakin ramai dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

Selain konektivitas, semakin luasnya keterlibatan berbagai sektor juga menjadi indikator bahwa MotoGP Mandalika mulai berkembang sebagai sebuah ekosistem industri olahraga.

Menurut Troy, MotoGP tidak hanya mengenai kelas utama. Dalam rangkaian kompetisi tersebut terdapat Moto2, Moto3 hingga Moto4 yang juga membuka ruang bagi pembalap dan pelaku usaha Indonesia untuk mengambil bagian.

“Jadi ini adalah MotoGP, bagian dari industri olahraga. Industri olahraga ini memberikan impact ekonomi yang signifikan untuk masyarakat,” tegasnya.

Troy berharap pertumbuhan dampak ekonomi tersebut terus berlanjut sehingga keberadaan MotoGP Mandalika tidak hanya menjadi agenda olahraga tahunan, tetapi juga semakin kuat sebagai penggerak ekonomi NTB.

Ia menambahkan, angka resmi dampak ekonomi MotoGP Mandalika 2026 nantinya baru dapat diketahui setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai dan dilakukan penghitungan serta evaluasi.