PGRI Lombok Barat Kumpulkan Donasi Rp98 Juta untuk Korban Bencana dan Santuni Ratusan Anak Yatim
LOMBOKita — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Lombok Barat menggelar aksi kemanusiaan bertajuk “PGRI Lombok Barat Berbagi” dengan menyalurkan total dana kemanusiaan sebesar Rp98 juta lebih bagi korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Desa Sade, Lombok Tengah, serta memberikan santunan kepada ratusan anak yatim dan guru yang mengalami sakit berat.
Ketua PGRI Kabupaten Lombok Barat, H. Akhmad Sujai, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian organisasi profesi guru agar tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas.
”Ketika ada guru yang sakit, PGRI harus hadir memberikan perhatian. Ketika ada anak yatim yang membutuhkan kepedulian, PGRI memberikan santunan. Begitu pula ketika masyarakat tertimpa bencana, PGRI ikut membantu,” ujar H. Akhmad Sujai.
Dana kemanusiaan sebesar Rp98.099.500 yang berhasil dihimpun dari iuran sukarela anggota PGRI se-Kabupaten Lombok Barat tersebut dialokasikan secara khusus. Sebesar Rp50.000.000 disalurkan untuk membantu korban gempa bumi di NTT, sementara selebihnya diserahkan kepada korban musibah kebakaran di Desa Sade, Kabupaten Lombok Tengah.
Selain bantuan bencana luar daerah, agenda kegiatan sosial ini juga mencakup dua program utama lainnya di tingkat kabupaten:
Santunan Anak Yatim: Sebanyak 346 anak yatim di seluruh Kabupaten Lombok Barat menerima paket santunan berupa uang tunai masing-masing senilai Rp100.000 beserta perlengkapan alat tulis.
Bantuan Guru Sakit: Sebanyak enam guru anggota PGRI yang menderita sakit menahun dan sakit berat masing-masing menerima bantuan material sebesar Rp500.000 sebagai bentuk dukungan moral.
Gerakan solidaritas ini mendapat apresiasi positif dari berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lombok Barat dan pengurus PGRI Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Sekretaris Disdikbud Lombok Barat, Khairudin, menilai PGRI telah menunjukkan soliditas organisasi yang kuat sekaligus menjadi teladan nyata dalam membangun nilai-nilai kemanusiaan di dunia pendidikan.
Melalui aksi ini, PGRI Lombok Barat berharap kegiatan sosial tersebut tidak berhenti sebagai acara seremonial semata, melainkan dapat terus berlanjut sebagai budaya positif yang menegaskan peran guru sebagai agen perubahan, teladan moral, dan penggerak solidaritas sosial di tengah masyarakat.
