Pasar Malam Rest Area Sembalun Dongkrak Ekonomi, Pemcam Akan Rutin Gelar Setiap Malam Minggu
LOTIM LOMBOKita – Selama musim liburan, Pemerintah Kecamatan Sembalun, Lombok Timur menggelar pasar malam di Rest Area Sembalun. Kini setelah libur panjang sekolah maupun kampus usai, pasar malam tersebut resmi berakhir.
Antusiasme masyarakat dan dampak ekonomi yang dirasakan signifikan, pemerintah kecamatan akan mengjadikan agenda rutin.
Camat Sembalun, Suherman, mengatakan, kegiatan pasar malam yang digelar saat ini, untuk mengisi libur panjang siswa. Dan kegiatan ini kwn dapat sambutan antusias masyarakat. Lokasi kegiatan selalu dipniuhi pengunjung. Bahkan wisatawan lokal hingga wisatawan mancanegara. Yang berwisata di Sembakuh juga antusias memeriahkan pasar malam tersebut.
“Supaya tetap ada pasar malam di Rest Area, nanti akan kami atur lagi agar tetap berlangsung setiap malam Minggu,” katanya,
Herman menyebut, rata-rata para pengusaha UMKM yang berjualan di pasar malam merupakan pelaku usaha yang sebelumnya mendapatkan bantuan modal dari Bupati Lombok Timur melalui Dinas Koperasi dan UMKM. Bantuan itu sangat berarti untuk mengembangkan usaha mereka.
Bahkan setelah melihat geliat perputaran ekonomi yang bagus, banyak UMKM di Sembalun yang meminta agar pasar malam kembali digelar dan ingin ikut menjajakan hasil home industri masing-masing.
“Alhamdulillah, dalam semalam di lokasi pasar malam perputaran uang hingga puluhan juta. Karena jumlah UMKM yang berjualan masih belum terlalu banyak,” tandas Herman.
Ia berharap ke depan pilihan kuliner di pasar malam semakin beragam. Mengingat Sembalun banyak dikunjungi wisatawan mancanegara.
“Kedepan kami harapkan pilihan kulinernya lebih banyak lagi, mengingat di Sembalun ini banyak wisatawan manca negara juga yang berwisata,” sambungnya.
Karena pasar malam memberikan dampak luar biasa, para pedagang memberikan banyak masukan. Salah satunya terkait penataan lapangan yang menjadi lokasi Rest Area.
Masalah penataan Lapangan Sembalun ini akan dibahas bersama semua kepala desa. Pasalnya sejak Desa Sembalun mekar menjadi tiga desa yakni Desa Sembalun, Sembalun Lawang dan Timba Gading, perawatan lapangan saling ditangguhkan karena statusnya Lapangan Umum Sembalun Lawang.
“Ini akan kami kelirkan, agar lapangan itu pengelolaannya di bawah pemerintah kecamatan. Sehingga lapangan itu menjadi milik semua Desa Kecamatan Sembalun,” pungkasnya.
Untuk diketahui, di Rest Area tersebut kegiatan Car Free Day CFD sudah lama berjalan. CFD juga menjadi momen yang banyak dimanfaatkan wisatawan lokal maupun asing, dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat Kecamatan Sembalun.
