Lapas Selong Jadikan Warga Binaan Ikut Melestarikan Budaya

Keterangan FOTO " kalapas Kelas II B Sekong Ahmad Sihabudin

LOTIM LOMBOKita Untuk membekali warga binaannya, agar memiliki keterampilan saat usai menjalani hukuman, dan terjun ke masyarakat, Lapas Kelas II B Selong terus berinovasi. Dengan membekali keahlian serta hingga memiliki sertifikat keterampilan.

” Kita terus berinovasi, menjadikan warga binaan ini memiliki keterampilan, hingga bersertifikat, sebagai bekal ketika usai menjalani hukuman,” ucap Kepala Lapas Kelas II B Lombok Timur Ahmad Sihabudin.

Dikatakannya. Dengan keterampilan yang dimiliki, saat kembali ke masyarakat keterampilan yang dimiliki dapat bermanfaat. Diantaranya keterampilan yang diajarkan yaitu menyablon , membuat jajanan, pertukaran dan lainnya. Dan keterampilan yang dimiliki inipuun mereka langsung mendapatkan sertifikat.

” saat ini meski memiliki keterampilan tanpa sertifikat sulit diakomodir, sehingga setiap warga binaan yang menguasai satu keterampilan mereka langsung mendapatkan sertifikat,” katanya.

Dalam melakukan pembinaan terhadap warga binaan, menurut Sihabudin,dirinya tak melihat mereka terlibat kasus apa, apa kasus besar atau kecil, semua sama perlakuan.

” tak hanya petugas lapas saja yang melakukan pengembangan diri, warga binaanpun memiliki hak untuk berusaha dan pengembangan diri,” ujarnya.

Hanya saja, ucap Sihabudin hingga saat ini, dirinya prihatin melihat warga binaan yang masih di kriminalisasi oleh masyarakat setelah keluar dari lapas.

” kriminalisasi terhadap warga binaan ditengah masyarakat masih saja terjadi,” sebutnya. Padahal kita sama sama memiliki hak untuk menjalani kehidupan.

Lebih lanjut Kalapas mengatakan, pihaknya tak hanya mengajarkan keterampilan kepada warga binaan, pihaknya juga menjadikan warga binaan sebagai motor utama dalam melestarikan budaya yang ada di daerah ini. Seperti mengajak melestarikan budaya peresean, gendang Beleq dan budaya lainnya

” Kita juga menjadikan warga binaan untuk ikut melestarikan budaya seperti peresean,” sebutnya. Karena pihaknya sempat membawa warga binaan untuk ikut melestarikan budaya peresean.

” Kami juga memiliki pemadu di Lapas Selong ini,” katanya seperti yang dipertontonkan kepada para jurnalis saat kopi moning di Lapas. Pertandingan peresean antar warga binaan.