ALARM Melemah Perjuangkan Tampah Boleq

Aksi ALARM Tampah Boleq / foto: Dokumentasi Lombokita.com

LOMBOKita – LSM Aliansi Rakyat Menggugat (ALARM) terkesan melemah dalam memperjuangkan Tampah Boleq yang kini masih dikuasai perusahaan untuk dikembalikan menjadi tanah ulayat.

Sebelumnya, ALARM paling getol berteriak untuk mendesak Bupati Lombok Timur HM Ali Bin Dachlan untuk mencabut izin PT Temada Pumas Abadi yang kini menguasai lapangan Tampah Boleq Kaliantan. Namun kini teriakan itu mulai meredup dan nyaris tak terdengar lagi.

“Memang kami akui sudah tiga bulan tidak bersikap apa-apa terkait kelanjutan perjuangan tampah boleq tersebut,” kata Sekretaris ALARM, Arsa Ali Umar saat dihubungi media ini, Jumat (02/2/2018).

Arsa Ali Umar bahkan menyerahkan ke masyarakat menyikapi Lapangan Tampah Boleq yang biasanya digunakan sebagai lokasi perkemahan dan panggung hiburan rakyat setiap tahun pada saat acara Bau Nyale.

“Kami no comment terkait langkah dan sikap rakyat dalam pesta bau Nyale tersebut dan kita lihat bersama-sama nanti akan seperti apa reaksi masyarakat,” ujarnya.

Hal yang sama dikatakan pengurus ALARM lainnya yang juga tokoh pemuda wilayah selatan, Joyo Supeno. Tokoh pemuda asal Jerowaru ini mengaku belakangan ini ALARM melemah dalam melanjutkan perjuangan untuk tanah ulayat Tampah Boleq.

“Memang beberapa bulan ini tidak ada kabarnya kelanjutan dari perjuangan ALARM untuk Tampah Boleq,” tandas Joyo Supeno.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Komentar ditutup.