Wabup Lotim: Eliminasi Bukan Solusi Efektif Tangani Anjing Liar, Sterilisasi Jadi Opsi
LOTIM LOMBOKita – Maraknya kasus anjing liar beberapa waktu terakhir berdampak pada rasa aman masyarakat. Menyikapi hal itu, Pemda Lombok Timur melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan berupaya menemukan solusi terbaik untuk mengendalikan populasi hewan tersebut melalui Workshop Kegiatan Sterilisasi dan Vaksinasi Anjing Liar.
Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, dalam arahannya sebelum membuka workshop mengingatkan bahwa saat ini tidak hanya kesejahteraan manusia, kesejahteraan hewan juga sudah menjadi perhatian masyarakat luas. Karena itu, langkah eliminasi seperti yang pernah dilakukan dinilai kurang tepat. Apalagi Lombok sebagai destinasi wisata akan mendapat sorotan pemerhati hewan jika mengambil langkah tersebut.
Sterilisasi kemudian disebut sebagai solusi yang lebih efektif. “Untuk mengatasi itu, eliminasi bukan jalan yang direkomendasikan. Paling efektif adalah sterilisasi. Tapi sterilisasi ini tidak bisa sporadis dan harus berkelanjutan,” jelasnya.
Namun Wabup menyadari sterilisasi membutuhkan tidak hanya tenaga, melainkan juga dana, terlebih Lombok Timur belum memiliki data pasti populasi anjing liar. Oleh sebab itu, ia berharap workshop yang turut dihadiri salah satu NGO dari Jerman ini dapat memberikan opsi alternatif yang bisa dilaksanakan. Ia pun berharap dukungan dari NGO tersebut di tengah keterbatasan fiskal daerah. “Sehingga kita nanti dalam diskusi punya opsi-opsi mana yang riil bisa kita laksanakan; mana yang bisa dibantu oleh NGO, mana yang bisa kita kerjakan sendiri,” harapnya.
Wakil Bupati juga menyinggung timbunan sampah yang menjadi sumber makanan anjing liar. Ia berharap masyarakat dapat mulai memilah sampah dari rumah. Langkah itu dinilai tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga dapat mengurangi anjing liar yang berkeliaran di sekitar permukiman warga.
Tahun 2025 tercatat lebih dari 170 kasus gigitan anjing liar di seluruh wilayah Lombok Timur. Sementara pada 2026 ini, belum genap satu semester sudah terdapat 70 kasus. Meski demikian, Lombok Timur masih berstatus bebas rabies dan status tersebut harus dipertahankan.
Workshop yang berlangsung Kamis (30/4) di Aula Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan ini diikuti dokter hewan lingkup Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Kesehatan, serta NGO dan pemerhati hewan.
