Turis Dibegal Hingga Cidera Patah Tulang, Barang Dirampas
LOMBOKita – Salah seorang wisatawan asal Inggris, Dominiq menemui nasib apes. Dia menjadi korban pembegalan saat perjalanan menuju obyek wisata di Selong Belanak, Lombok Tengah tepatnya di wilayah Tampah Desa Mekarsari, Selasa (4/9/2018).
Menurut informasi yang diserap LOMBOKita, Dominiq menginap di Hostel yang berada kawasan Kuta Kecamatan Pujut. Namun dalam perjalanan menuju Selong Belanak sekira pukul 10.30 Wita, turis perempuan asal Inggris itu dihadang dua orang begal dan merampas barang berharga milik Dominiq.
“Uang, ATM dan Go Pro milik wisatawan itu habis dijarah kawanan begal,” ungkap Fitri, keluarga pemilik Hostel dikonfirmasi wartawan.
Akibat aksi pembegalan ini, turis itu mengalami patah tulang dan cidera serius di bagian dengkul dan tangannya. Kerugian ditaksir Rp20 juta, ditambah lagi biaya perbaikan sepeda motor yang dikendarainya.
“Dia kembali ke hotel dalam keadaan terluka. Kami prihatin. Kami sedih melihat kejadian memalukan ini,” ujar Fitri.
Fitri mengaku menyesal lantaran saat ini Lombok Tengah sedang melakukan pemulihan nama baik pariwisata setelah daerah ini diguncang bencana gempa.
“Kita sedang berduka setelah musibah gempa, kunjungan turis sepi. Begitu mereka datang lagi, eh malah disambut aksi begal,” hardik Fitri.
Aksi begal itu, menurut Fitri, telah dilaporkan ke Polsek Kuta, namun tidak ditanggapi lantaran kejadiannya berada di wilayah Selong Belanak. “Kami sudah melapor ke polisi dari siang ke Sektor Kuta. Namun hingga mala mini belum ada respon sampe malam ini,” sesal Fitri.
Fitri juga menegaskan, sebagai masyarakat dan penggiat seni yang juga gencar mempromosikan Lombok dengan karya-karya visualisasi untuk menarik wisatawan datang ke Lombok.
Sementara itu, tokoh masyarakat Lombok Tengah Supardi Yusuf menjelaskan, kawasan pariwisata di daerah ini tetap rawan begal selama belum melibatkan pengaman swadaya yang melibatkan masyarakat setempat.
“Di sekitar wilayah Tampah, jam 8 sampai 10.00 pagi aja masih tetap sepi meski keadaan terang benderang. Kenapa berani lewat sendiri disana?,” ujar Supardi Yusuf.

3 Komentar
begal orang itu tidak baik. terlarang. coba pikir kalau yg dibegal itu kerabatmu…
baguslah ketimbang begal orang miskin bila perlu tu rompak bank klu berani.kn lg cepateh pak polisi menanganinya karna banyak duit untuk membayar kasusnya.
Komentar ditutup.