Sekda Lotim Ajak Media Branding Pariwisata Positif dan Jaga Profesionalitas di Era Digital

Keterangan foto " Sekda lotim HM Juaini Taufik bersama PWI Lotim kemajuan jurnalisiltik di Joben

LOTIM LOMBOKita – Sekretaris Daerah Lombok Timur HM. Juaini Taofik mengajak insan pers untuk menjaga kualitas pemberitaan yang profesional dan kompak, khususnya dalam mendukung branding pariwisata daerah di era digital.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Kemah Jurnalistik PWI Lotim di Toron Homestay Joben, Montong Gading, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, tugas wartawan saat ini tidak hanya menyampaikan kabar di dunia nyata, tetapi juga di dunia maya. Karena itu dibutuhkan komunikasi dan kolaborasi semua pihak agar informasi yang disampaikan bisa sampai ke atas dan ke bawah dengan baik.

” Jangan hanya yang diatas saja sampai ke bawah, tetapi bagaimana yang dibawah juga bisa yersampaiakan * ujarnya.

Sekda Lotim menyoroti pentingnya branding positif untuk pariwisata Lombok Timur. Ia menilai masih banyak potensi wisata yang perlu dipromosikan agar menarik investor.

“pariwisata Lombok Timur. Masih banyak yang perlu kita branding secara positif supaya pelaku wisata di Lombok Timur bisa mendapatkan ienergi ” katanya.

Ia mencontohkan salah satu investor yang awalnya membangun 7 villa dengan nilai investasi Rp80 miliar, kini sudah menambah pembangunan hingga 28 villa.

“Alhamdulillah sudah mulai naik investasinya, sekarang telah terbangun 28 kamar dari 7 kamar sebeliimnya, ” Sebur Ofik.

Juaini Taofij berharap jika semakin banyak investor seperti itu, maka perputaran ekonomi di Lotim akan semakin baik.

Untuk mendukung itu, Sekda mengusulkan adanya kerja sama antara pemerintah daerah dengan media. Kedepan dalam kerjasama yang dilakukan Minimal satu media membuat cerita wisata positif dalam setahun.

“Mungkin kedepan ada kolaborasi dari kerjasama media dengan pemda, tiap media minimal membuat berita pariwisata positif minimal tiga kali peliputan pertahun, ” Sebutnyam

Ia juga menekankan pentingnya profesionalitas dan objektivitas jurnalis. Menurutnya, pemberitaan harus berimbang. Yang positif disampaikan, yang negatif juga tetap ditulis dengan proporsional.

“Kita rubah sedikit menjadi sedikit ada tema profesionalnya, kompak dan profesional. Kalau daerah lain seperti Bali sudah mengambil sikap transparan, yang enaknya dikeluarkan, yang tidak enaknya cukup di sini dulu untuk jembatan,” pungkasnya.

Kegiatan kemah jurnalistik ini diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan media dalam membangun citra positif Lombok Timur.