Sebut “Pecinta Alam” Penyumbang Sampah di Rinjani, Maya Portir Minta Maaf
LOMBOKita – Direktur Portir Indonesia Internasional, Maya Yuliana meminta maaf atas pernyataannya yang menyebutkan “pecinta alam” penyumbang sampah terbesar di Gunung Rinjani, Lombok Nusa Tenggara Barat.
Pernyataan tersebut dilontarkan Bunda Maya (sapaan akrab Maya Yuliana) saat menjadi juri presentasi program Finalis Duta Lingkungaan Nusa Tenggara Barat yang dilaksanakan di Meeting Room Edotel Hotel SMKN 1 Praya, Lombok Tengah, Sabtu (28/10/2023).
Sontak saja, pernyataan Maya Yuliana tersebut mengundang reaksi dari netizen terutama masyarakat kalangan pecinta alam.
Maya Yuliana mengaku sejak berita itu publish, mulai “diserang” melalui pesan langsung akun media sosialnya.
“Cukup rempong ya menjawab para netizen itu,” ucap Maya Yuliana kepada wartawan di BaseCamp Portir Indonesia di Praya Lombok Tengah, Senin (30/10/2023).
Padahal, menurut Maya, dalam pernyataannya itu tidak ada yang menyebutkan nama lembaga tertentu, melainkan hanya “pecinta alam”.
“Tapi, ya sudahlah. Saya juga tidak ingin ribut, apalagi dengan sesama pemerhati alam dan lingkungan. Saya dengan setulus hati atas nama pribadi maupun lembaga meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada para pihak yang merasa tersinggung dengan ucapan saya itu. Saya hanya manusia biasa yang tak luput dari salah. Dan kesempurnaan hanya milik Sang Pencipta,” ucap Maya Yuliana.
Yang pasti, lanjut Maya Yuliana, dirinya tidak ada niatan sedikit pun untuk menyindir pribadi maupun orang lain. Hanya menyebut pecinta alam dalam tanda kutif, yang berarti tidak ditujukan untuk semua pecinta alam.
Maya juga menegaskan, tidak mungkin dirinya menjustifikasi para pecinta alam yang tergabung dalam Wanapala ataupun lembaga lain. Sebab disadarinya, lembaga pecinta alam memiliki kode etik yang notabene selalu bersama-sama dalam kegiatan kepedulian terhadap lingkungan.
“Sekali lagi saya gak bermaksud menyinggung siapapun, baik personal maupun kelembagaan. Tapi jika itu mencederai perasaan kawan-kawan pecinta alam, saya mohon maaf yang sebesar besarnya. Semoga pintu maaf untuk saya juga dibuka selebar-lebarnya dan terima kasih,” ucap Maya.
Karena itu, Maya Yuliana berharap agar masyarakat memberikan tanggapan positif atas pernyataannya itu, sehingga para pegiat lingkungan dan para pecinta alam bisa melakukan pendekatan solusi bagaimana mengatasi persoalan sampah di gunung Rinjani.
“Bahwa sampah di Gunung Rinjani itu menjadi tanggung jawab bersama. Bukan hanya pecinta alam maupun para pendaki tetapi seluruh stakeholder, baik pihak TNGR, porter, guide, organisasi pecinta alam, pemerintah daerah bahkan masyarakat sekitar,” imbuh Maya Yuliana.

1 Komentar
I am really impressed with your writing abilities as neatly as with the format in your blog.
Is that this a paid topic or did you modify it your self?
Anyway keep up the excellent quality writing, it’s uncommon to
look a great blog like this one nowadays. Leonardo AI x Midjourney!
Komentar ditutup.