Reses Dewan, Semua Dapil Minta Air dan Perbaikan Jalan

Juru bicara Dapil I Ahkam saat menyampaikan hasil reses pada sidang paripurna dewan

LOMBOKita – DPRD Kabupaten Lombok Tengah menggelar sidang paripurna dengan agenda penyampaian hasil reses dewan yang dilaksanakan sejak 8 – 18 Mei 2018. Sidang paripurna dipimpin Ketua DPRD Lombok Tengah H. Achmad Fuaddi Fadil Tohir di ruang sidang utama, Senin (28/5/2018).

Hadir dalam sidang ini, pelaksana tugas Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, Sekretaris Daerah, para asisten, para staf ahli bupati, Kepala Satuan Kerja Pelayan Masyarakat, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan Pengadilan Agama Praya, Forum Kepala Desa, BUMD, para staf ahli fraksi serta tamu undangan lainnya.

“Suasana puasa bulan suci Ramadan 1439 Hijriyah ini tidak menjadi penghalang bagi seluruh anggota dewan untuk melaksanakan kegiatan yang telah disusun dan diagendakan, termasuk reses dan sidang penyampaian reses,” ujar Ketua DPRD Lombok Tengah H. Achmad Fuaddi Fadil Tohir seraya mengetuk palu tanda dimulainya sidang paripurna dewan.

Sidang paripurna dewan yang dimulai sekira pukul 10.00 Wita ini, Ketua DPRD Lombok Tengah mempersilakan masing-masing juru bicara Daerah Pemilihan untuk menyampaikan hasil serapan aspirasi di daerah pemilihan masing-masing.

Pantauan Lombokita.com yang menghadiri sidang paripurna tersebut, masyarakat di seluruh daerah pemilihan masih menginginkan perbaikan jalan, peningkatan status jalan serta kebutuhan air, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun lahan pertanian yang secara umum saat ini dilanda kekeringan.

Seperti yang diungkapkan juru bicara Daerah Pemilihan 1 (Kecamatan Praya-Praya Tengah) H. Ahkam. Para warga di Dapil ini menginginkan pemerintah daerah Kabupaten Lombok Tengah untuk lebih mengoptimalkan pengelolaan pundi-pundi yang berpotensi mendatangkan pendapatan asli daerah sehingga bisa lebih ditingkatkan lagi dari sekarang.

Para warga di Dapil Kecamatan Praya dan Praya Tengah ini, menurut H. Ahkam, juga meminta pemerintah daerah untuk lebih intens lagi menjalin komunikasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk mendapatkan dana yang dapat digunakan untuk perbaikan jalan yang masih belum tersentuh bantuan di beberapa tempat.

“Kami minta pemerintah daerah melalui SKPD terkait untuk memperhatikan dan menindaklanjuti permintaan warga ini. Sebab, setiap kali melakukan reses, perbaikan jalan selalu menjadi bahan pokok yang disampaikan olah para warga. Lama-lama kami malu sendiri menampung terus aspirasi itu,” tandas H. Ahkam.

Ahkam menyontohkan, jalan jurusan Montong Terep – Barabali sudah sangat layak untuk mendapatkan perbaikan maupun peningkatan status jalan, dari jalan desa menjadi jalan kabupaten. Sebab, katanya, jalan tersebut kini menjadi jalur strategis perekonomian masyarakat.

“Kami memandang memang sudah layak untuk dibangunkan ataupun perbaikan jalan jurusan Montong Terep, Bodak menuju Barabali, karena setiap hari sudah mulai ramai dilalui masyarakat,” kata Ahkam.

Sementara itu, juru bicara Daerah Pemilihan 2 (Kecamatan Kopang-Janapria), Saharuddin mengungkapkan, sebagian besar masyarakat di dua kecamatan itu menginginkan pemerintah daerah melalui SKPD terkait untuk memperhatikan sarana kebutuhan air masyarakat.

Sebab, kata Saharuddin, masyarakat saat ini sangat membutuhkan air untuk kebutuhan penanaman tembakau, sementara air nyaris tidak ada.

“Kami minta pemerintah daerah untuk memikirkan sarana air bersih dan untuk persawahan masyarakat, agar bisa menyelamatkan lahan-lahan yang masih bisa diselamatkan,” pungkas Saharuddin.

Demikian pula warga di Daerah Pemilihan 3 (Kecamatan Praya Timur-Pujut) juga menginginkan pemerintah daerah mencarikan solusi kebutuhan air masyarakat saat dilanda musim kemarau seperti saat ini.

Daerah di dua kecamatan itu, diakui Juru Bicara Dapil 3 Legewarman, setiap tahun menjerit kebutuhan air, baik air bersih maupun untuk mengairi lahan persawahan. Sebab, katanya, kedua wilayah kecamatan ini termasuk tadah hujan.

“Kesan saat ini kan pemerintah daerah seakan sengaja membiarkan masyarakat menjerit kekurangan air tanpa ada solusi yang diberikan setiap tahun. Terkesan juga tidak mampu mengatasi kekurangan air untuk para petani kita,” ujar politisi PBB itu.

Pemerintah daerah selama ini, kata Legewarman, tidak mampu menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah kabupaten Lombok Timur untuk sekedar meminta air dari Bendungan Pandandure, termasuk komunikasi dengan pihak Balai Wilayah Sungai (BWS), sehingga warga di dapilnya itu selalu miskin air setiap tahun.

Juru Bicara Daerah Pemilihan 4 (Kecamatan Praya Barat-Praya Barat Daya), H. Lalu Mas’ud pada kesempatan tersebut juga menyampaikan aspirasi warga di Dapilnya yang membutuhkan sarana penampungan air seperti waduk maupun bendungan untuk mengatasi kelangkaan air yang terjadi setiap tahun.

Sektor keamanan, H. Lalu Mas’ud menyebutkan, kondisi keamanan di wilayah dua kecamatan itu mulai kondusif terlebih saat bulan Ramadan. Karena itu, para anggota dewan Dapil 4 meminta pemerintah daerah bersama aparat keamanan untuk terus berupaya menjaga kondusifitas daerah yang terjadi saat ini.

“Kami minta pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk meningkatkan lagi patrol dan siskamling untuk dapat mempertahankan situasi keamanan di tengah-tengah masyarakat. Sebab, wilayah Dapil 4 ini merupakan daerah pengembangan sektor pariwisata yang sangat membutuhkan keamanan dan kenyamanan para wisatawan,” kata H. Lalu Mas’ud.

Demikian pula dengan Daerah Pemilihan 5 (Kecamatan Jonggat-Pringarata), melalui juru bicaranya Didik Ariesta menjelaskan, masyarakat di daerah ini membutuhkan perhatian di beberapa sektor, seperti bidang pemerintahan dan hukum, bidang pertanian dan kesejahteraan masyarakat serta keamanan.

Daerah Pemilihan 6 (Kecamatan Batukliang-Batukliang Utara) melalui juru bicaranya Zulfan menegaskan, meski dua kecamatan ini berada di sumber mata air, bukan berarti kebutuhan air sudah terpenuhi.

“Kami juga di Dapil sumber mata air ini terkadang harus berderai air mata karena kekurangan air, padahal tinggal di daerah sumber mata air. Penyebabnya, karena pemerintah daerah hanya membangun jaringan perpipaan untuk wilayah selatan, sementara untuk masyaraka di wilayah utara seakan terabaikan dan hanya dilalui oleh pipa-pida air,” jelas Zulfan.

Para warga di daerah ini, kata Zulfan, masih mengeluhkan kenaikan harga bahan pokok lantaran melonjaknya harga beberapa komoditas hasil pertanian kebutuhan sehari-hari.

“Warga juga menyampaikan aspirasi untuk perbaikan infrastruktur jalan serta peningkatan status jalan. Dan hal ini selalu setiap tahun disuarakan dan dititip saat kami melakukan reses,” katanya.

Selain itu, warga di dua kecamatan ini, imbuh Zulfan, memberikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah melaksanakan program perbaikan rumah tidak layak huni.

“Program ini sangat membantu, masyarakat berharap agar rumah sasaran bisa diperbanyak pada tahun-tahun yang akan datang,” tutup Zulfan.

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777