Pogram Selesai 100 Persen, TMMD Ke-13, Bupati Lotim Hadiri Penutupan Oleh Danrem 162 WB
LOTIM LOMBOKita – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-113 di Lombok Timur yang telah dilaksanakan , Kodim 1615 Lotim, di Desa Ekas Buana Kecamatan Jerowaru Lotim, selama sebulan telah berakhir, dan selesai 100 persen, dan program ini ditutup Danrem 162 Wira Bhakti Brigjen TNI Lalu Rudy Irham Srigede, Kamis (8/6).
Sebelum penutupan dilakukan, Dandim 1615 Lombok Timur Letkol Inf Amin M Said melaporkan kepada Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy, telah tantasnya program TMMD ke 13 yang menelepon anggaran Rp 1,6 milyar, yang anggarannya dari pemkab Lotim dan Mabes TNI, untuk program fisik pengerjaan 30 unit rumah, termasuk program kegiatan non fisik
Bupati Lotim HM Sukiman Azmy, mengatakan, TMMD sudah dinyatakan selesai, dan hasilnya tinggal diserahkan pada masyarakat.
Menurutnya mengapa TMMD membangun rumah tidak seperti program TMMD biasanya, karena wilayah Ekas Buana sebagai lokasi TMMD, Pemerintah Daerah (Pemda) Lotim telah mulai menata dan mengelola kawasan pantai Ekas Buana.
Bukan itu saja, Pemda Lotim juga telah menimbun areal perumahan sebagai lokasi dibangunnya 63 unit rumah nelayan, menjadi tempat baru setelah merelokasi warga pesisir yang selama ini kerap diterjang banjir rob air laut.
Masing-masing warga penerima bantuan, akan mendapatkan lahan seluas 2 are berikut bangunan rumah dengan segala fasilitas serta lengkap dengan Sertifikat Hak Milik (SHM).
“Setelah rumah itu dibangun, lalau pemerintah menata sempadan pantai, pemasangan paping block, tempat parkir dan sebagainya,”ucapnya.
Dikatakan Bupati, dari 63 unit akan dibangun, 30 unit rumah telah dibangun melalui program TMMD. Selebihnya 33 unit, akan dibangun melalui Karya Bhakti Skala Besar bersama TNI.
“Karena waktu yang terbatas, hanya 30 unit yang dibangun lewat TMMD,”tegasnya.
Lebih lanjut Bupati mengatakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), akan mengucurkan dana segar Rp 750 miliar ke kawasan Kecamatan Jerowaru. Dasar itu, Pemda menjadikan ekas buana sebagai aikon perikanan dan pariwisata.
Pemda membebaskan lahan seluas 4 hektare dan diserahkan pada KKP, menjadi hombes KKP sebagai sentral pariwisata, sentral kuliner dan lainnya.
Nantinya, disana akan banyak dijumpai rumah makan apung, Keramba Jaring Apung (KJA) lobster.
Disisa pemerintahannya. Ia akan mengejar waktu satu tahun ini, ekas buana sudah tertata baik. Sebab sudah menjadi programnya ekas buana dijadikan sentral kuliner, wisata dan sebagainya, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lotim.
Terlebih, kawasan pantai ekas buana, dekat dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
“Untuk TMMD kedepan, pemerintah siap membantu sesuai kemampuan anggaran,”jelas Sukiman.
Panglima Kodam X Udayana, melalui Danrem 162 Wira Bhakti, Brigjen TNI Lalu Rudy Irham Srigede, mengatakan, TMMD merupakan program terpadu lintas sektoral. TMMD bagian upaya memberdayakan masyarakat ditingkat desa, memupuk semangat gotong royong masyarakat, untuk kesejahteraan masyarakat, serta memperkokoh ketahanan bangsa.
“Program dilaksanakan sangat tepat sesuai tema yakni TMMD dedikasi terbaik membangun NKRI. Dari empat Kabupaten lokasi TMMD wilayah Kodam Udayana, diterjunkan 600 personel gabungan,”jelasnya.
“Pelihara baik hasil TMMD agar bisa dimanfaatkan jangka panjang. Lakukan evaluasi secara berkala untuk perbaikan kedepan.
Lakukan pemberdayaan masyarakat lokasi kegiatan TMMD,”pesannya.
Kata Rudy yang akan pensiun per 1 Juli mendatang ini, ia telah melihat langsung ke selatan bahwa kawasan itu memiliki potensi besar disektor pariwisata.
Tentu kawasan tersebut harus ditata dan kelola betul untuk pariwisata. Apalagi ketetapan pusat, Mandalika sebagai KEK mau tidak mau sebagai daerah penyangga harus mampu mengelola kawasan selatan, sebagai kawasan pariwisata untuk kesejahteraaan masyarakat.
Lanjutnya, melihat beberapa testimoni masyarakat setempat, diharapkan menjadi perhatian pemerintah.
Maksudnya, pemerintah Lotim tidak berhenti hanya membangun dari program TMMD ini saja, melainkan terus dilanjutkan terutama 33 unit rumah melalui karya bhakti skala besar tersebut.
Harapan lainnya, material bangunan yang ditempati warga sebelumnya, bisa dimanfaatkan kembali oleh mereka. Pemanfaatan kembali material bekas bangunan sebelumnya dibolehkan, karena mungkin akan digunakan untuk menambah bagian rumah yang dibangunkan pemerintah.
“Yang terpenting sekarang, bagaimana menata selatan untuk pariwisata,”pungkasnya seraya mengatakan, aktivitas masyarakat setempat, tetap didukung Pemda Lotim.
