PLN Diduga Caplok Instalasi PLTMH
LOMBOKita – Pihak Lembaga Pengembangan Masyarakat (LPM) Desa Tete Batu Selatan,Kecamatan Sikur menduga kalau pihak Perusahaan Listrik Negera (PLN) Ranting Selong mencaplok instalasi unit Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) Bunut Jambul, Desa Tete Batu Selatan dengan kekuatan daya 65 KW.
” Kami menduga kalau PLN mencaplok atau menggunakan instalasi PLTMH di wilayah Tete Batu Selatan,” tegas Ketua LPM Tete Batu Selatan, H.Zuhri Rahman yang didampingi Sekretaris LPM,Supeni kepada wartawan di lokasi PLTMH.
Ia menjelaskan sebelumnya pembangkit listrik dengan menggunakan PLTMH itu saat ini sudah tidak beroperasi lagi. Karena mengalami kerusakan setelah jaringan atau instalasi milik PLN masuk dengan jaringan induknya PLTMH meledak.
Sementara sebelumnya pembangkit PLTMH itu digunakan untuk melayani kebutuhan listrik untuk masyarakat sekitar 400 Kepala Keluarga (KK). Dengan membayar setiap bulannya sebesar Rp 30.000 perbulannya sepuas-puasnya.
Dimana untuk setoran ke desa sebesar Rp 4 juta lebih dari penarikan pembayaran listrik menggunakan PLTMH tersebut. Namun setelah PLN masuk dengan tidak lagi beroperasi pembangkit tersebut masyarakat membayar sebesar Rp 150 ribu perbulannya,sehingga inilah yang dikeluhkan.
” Yang kami pertanyakan kenapa jaringan milik PLTMH itu digunakan PLN untuk instalasinya,sehingga ini yang jadi masalah,” ujar Zuhri Rahman yang juga anggota BPD Desa Tete Batu Selatan ini.
Selain itu, lanjutnya,PLTMH itu beroperasi dari tahun 2008 s.d 2017, dengan dikelola oleh pemerintah desa Tete Batu Selatan dengan melalui Bumdes.Akan tapi tidak memiliki perdes.
Setelah itu nantinya akan diberikan hibah oleh Pemkab Lotim, Akan tapi sampai sekarang belum ada hitam diatas putih. Bahkan tidak itu saja ada oknum CV- yang ingin bekerjasama terhadap masalah itu,akan tapi tidak kami terima.
” Yang jelas kami akan telusuri kenapa pihak PLN menggunakan jaringan PLTMH yang dikelola desa tersebut,agar semua masalahnya menjadi jelas,” lanjutnya.
Hal yang sama dikatakan Sekretaris LP2M Desa Tete Batu Selatan, Supeni menegaskan saat ini PLTMH ini tidak dipakai sejak 2016 lalu,akan tapi mengalami kerusakan dan tidak diperbaiki lagi.
Padahal sebelumnya masyarakat sekitar 400 KK menggantungkan penerangan listrik melalui PLTMH tersebut.Dengan bayarannya murah meriah. Sebelum warga beralih ke PLN.
” Kenapa jaringan PLTMH itu digunakan oleh pihak PLN sehingga ini menjadi pertanyaan kami,” tegas Supeni.
Sementara pihak PLN Ranting Selong,
Bayu Fatma bagian Suverpisor Pelayan Pelanggan dan administrasi mengatakan pihaknya akan mengeceknya dengan melakukan koordinasi bersama pihak tehnisi. Karena yang memiliki tugas adalah bagian area bukan.
” Kami baru tahu sehingga kami akan kroscek kebenaran ke lapangan,karena pihaknya tidak bisa memberikan keterangan lebih banyak,”tegasnya.
Lebih lanjut, Fatma menjelaskan pihaknya menduga kalau ada oknum yang mengatasnamakan PLN. ” Mungkin ada oknum yang atasnamakan PLN dalam masalah ini,” ujarnya.
Keterangan foto Jaringan PLTMH Desa Tete Batu Selatan yang diduga digunakan pihak PLN.
