Peserta Latsitarda LXII Datang di Lotin, Diterima Bupati, Sambil Mengenang Masaa Lalu
LOTIM LOMBOKita – Sebanyak 265 rombongan dengan 225 orang peserta Latsitarda LXII tahun 2022 yang di tempatkan di wilayah Kabupaten Lombok Timur, diterima Bupati H. M. Sukiman Azmy didampingi anggota Forkpinda, di Balai Latihan Kerja (BLK) Lombok Timur, Sabtu (14/5).
Diantara peserta Latsotarda tersebut, yaitu Rombongan dari Akademi Angkatan Militer (AKMIL), Akademi Angkatan Udara (AAU), Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademi Kepolisian dan IPDN, dah dan di dampingi 40 orang pengasuh
Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy dalam kata-kata penerimaannya, menyampaikan kondisi Lombok Timur secara umum, termasuk potensi dan dinamika masyarakatnya.
” Kegiatan Latsitarda ini merupakan nostalgia, karena pernah mengalami hal serupa menjadi peserta,” ucapnya.
“Saya mengabdikan diri di TNI selama 28 tahun di TNI, sampai mendapatkan bintang Kartika Ekapaksi,” sebutnya, bahkan dirinya juga mengaku pernah menjabat Komandan Kodim di Lotim tahun 2004, dan dirinya mengakhiri dinas militer alih status menjadi ASN dan jabatan waktu itu kepala biro umum kementrian Agama RI.
Disebutkan Sukiman, masa itu adalah masa penuh perjuangan, sehingga dirinya berpesan kepada para peserta supaya berbaur bersama masyarakat dan menjadi penduduk di Lombok Timur meski hanya sementara.
“Cintailah masyarakat Lotim sebagaimana mencintai bangsa atau rakyat masyarakat kita yang lain,” ujarnya.
Sekretaris Daerah M. Juaini Taofik yang juga hadir pada acara tersebut mengimbau agar peserta menghargai local wisdom (kearifan lokal) yang berlaku di daerah Lotim. Ia mencontohkan pengguna sapaan dengan menghindari penggunaan kata ‘kamu’ kepada masyarakat setempat.
“Gunakan kata ‘plungguh’, sebab itu merupakan sebutan tertinggi jika berkomunikasi dengan lawan bicara,” katanya.
Sekda juga menyebutkan beberapa kearifan lokal lainnya yang ada di empat kecamatan yang menjadi lokasi kegiatan Latsitarda, salah satunya kecamatan Sambelia.
Ia menyebut bahwa di Sambelia seringkali diadakan kegiatan bersih-bersih tempat ibadah, itu artinya menunjukkan simbol kerukunan umat beragama. “Karena di Lotim ini toleransi umat beragamanya sangat bagus,” ujarnya.
Pada kesempatan itu Dandim 1615 Lombok Timur Letkol Inf. AMIN M. Said dan Kapolres Lombok Timur AKBP Herman Suriyono berkesempatan menyampaikan situasi dan kondisi Lombok Timur kepada para taruna.
Latsitarda yang akan berlangsung hingga Juni mendatang itu diisi dengan kegiatan fisik dan non fisik berupa pembinaan promosi, tentang akademik dan sosialisasi kepada anak-anak muda.
Juga terkait dengan bagaimana hidup di era sekarang, cara bermedia sosial dengan baik dan tidak melanggar norma-norma, serta mentake down ketika ada berita-berita yang bisa menimbulkan potensi gangguan keamanan
