Pemkab Lombok Timur Buka Ruang Kemitraan Luas dengan PWI,

Keterangan FOTO; Kepala Dinas Pariwisata Lotim H Mirayang mewakili Bupati Lotim membuka kegiatan Konfercab PWI dan OKK di Green ory Tetebatu, Sabtu

LOOTIMLOMBOKita— Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menegaskan pentingnya peran strategis pers sebagai jembatan, penerangan, serta kontrol sosial yang menjaga keamanan dan kenyamanan daerah

.” Tiga poin utama bagi kemajuan insan pers dan pembangunan daerah ke depan:” ucap Plt Kadis Pariwisata Lotim H Mirayang mewakili Bupati Lotim H Haerul Warisin di Hotel Green Ory Tetebatu, Sabtu (17/10).

Ketiga poin tersebut menurut Mirayang, yaitu ​Menjaga Profesionalisme dan Independensi Di tengah maraknya arus informasi dan berita hoaks yang berseliweran, ” wartawan diharapkan mampu bersikap profesional, independen, serta menjadi penetralisir informasi yang akurat,” ujarnya

Selaian itu, ​Memperkuat Kemitraan yang Sehat Pemerintah Kabupaten Lombok Timur membuka ruang seluas-luasnya untuk bermitra dengan PWI demi kemajuan daerah, baik di tingkat kabupaten maupun Provinsi Nusa Tenggara Barat.

” Komunikasi dialogis serta pintu OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terbuka lebar untuk mendukung penyebaran informasi pembangunan,” ucapnya.

Serta ​Menjadi Duta Promosi Daerah Lombok Timur yang memiliki potensi pariwisata dan kekayaan destinasi yang luar biasa.” Dengan kerukunan dan kebersamaan, insan pers PWI diharapkan mampu menjadi duta yang menceritakan kebaikan serta potensi daerah ini ke tingkat nasional hingga internasional.” Terangnya

Mirayang jufa menilai ​Konferensi ini dinilai bukan sekadar agenda organisasi untuk memilih kepengurusan baru, melainkan momentum penting untuk melakukan refleksi dan konsolidasi bersama.

.sementara itu Ketua PWI NTB,Ahmad Ikrarudin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya dua agenda tersebut yaitu OKK dan Konferkab.

OKK merupakan wujud komitmen organisasi dalam meningkatkan kualitas, profesionalisme, serta memperkuat soliditas anggota PWI.

​”Konferensi ini menjadi momentum bagi kita untuk mengevaluasi perjalanan kepengurusan selama tiga tahun terakhir. Apakah program kerja serta target yang telah ditetapkan dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

​Ia juga mengingatkan seluruh jajaran dan anggota PWI Lombok Timur untuk senantiasa menjaga marwah organisasi, menjunjung tinggi etika, serta mematuhi Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Menurutnya, di tengah banjir informasi media sosial saat ini, insan pers dituntut untuk hadir memberikan karya jurnalistik yang teruji dan profesional.

​”Situasi saat ini sering kali menyulitkan publik membedakan produk jurnalistik profesional dengan informasi yang berseliweran di media sosial. Karena itu, menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik adalah hal yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.

​Selain itu, Ikliludin menyoroti pentingnya OKK sebagai wadah kaderisasi dan pendaftaran anggota baru PWI. Ia berharap PWI Lombok Timur dapat terus terbuka merangkul para wartawan yang ingin bergabung guna menciptakan ekosistem pers daerah yang sehat.

​”Siapa pun yang nantinya terpilih memimpin PWI Lombok Timur periode 2026–2029, mari kita dukung bersama demi kemajuan organisasi. Kebersamaan dan kekompakan adalah kunci agar program-program PWI dapat terealisasi secara maksimal,” pungkasnya.