Mutasi Diduga Tidak Prosedural, Dua Tenaga Kesehatan di Lombok Timur Mencari Keadilan
LOTIM LOMBOKita – Mutasi bidan disalah satu Puskesmas di Lombok Timur menuai protes. Pasalnya mutasi dilakukan secara sepihak tanpa melalui prosedur yang jelas. Keputusan mutasi ini ditengarai memicu keprihatinan karena berpotensi mencederai semangat profesionalisme tenaga kesehatan.
Terhadap permasalahan ini, diharapkan mendapat perhatian publik. Agar tak menimpa tenaga kesehatan lainnya. Karena mutasi yang tidak transparan dapat berdampak pada motivasi kerja tenaga medis yang selama ini berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
” Keputusan mutasi tanpa prosudur tersebut, diduga tidak sepenuhnya dilandasi pertimbangan profesional, melainkan dipengaruhi kepentingan tertentu,” Ucap sumber.
Menurutnya, masyarakat sangat bergantung pada pelayanan para tenaga kesehatan (bidan) , terutama di tingkat puskesmas. Peran mereka sangat penting dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak, persalinan, serta berbagai program kesehatan masyarakat lainnya.
“Terhadap permasalahan ini, Bupati dan Dinas Kesehatan diminta untuk melakukan penelusuran secara objektif terhadap proses mutasi tersebut. Transparansi dan keadilan dinilai penting untuk menjaga integritas sistem pelayanan kesehatan., ” Sebutnya.
Terkaiat mutasi beberapa tenaga kesehatan tanpa prosudur ditengarai ada dugaan tindak pidana pemalsuan tanda tangan para petugas yang ada di PKM bersangkutan. Dan tenaga medis yang dipalsukan tanda tangan mengaku keberatan dan akan menempuh jalur hukum.
” Tanda tangan tersebut ditengarai sebagai salah satu syarat untuk dilakukan mutasi, ” Sebutnya.
Kepala dinas Kesehatan Lombok Timur HL Aries Fahroji yang di konfirmasi belum mendapatkan informasi terkaiat masalah ini. ” Terima kasih informasinya, saya akan croscek dulu terhadap hal ini, ” Sebutnya. Seraya mengaku masalah mutasi tetap dilakukan sesuai prosudur.
