Meski Presiden Didatangkan, Tak Akan Mampu Selesaikan Jemaat Ahmadiyah

LOMBOKita – Para tokoh masyarakat Desa Greneng,Kecamatan Sakra Timur tetap menolak untuk menerima kembali jemaat Ahmadiyah pulang ke kampung halamannya. Meski yang datang untuk menyelesaikan Presiden Jokowi tidak akan mampu untuk menyelesaikannya.

Sementara sebelumnya dari pemerintah pusat juga pernah datang ke Greneng berkali.Dalam rangka untuk meninjau lapangan dan mencari solusi terhadap penyelesaian masalah tersebut,akan tapi tetap warga pada prinsipnya melakukan penolakan apapun alasannya.

” Walaupun pak Presiden RI yang datang ke Greneng untuk selesaikan jemaat ahmadiyah tidak akan mampu,karena masyarakat tetap menolak,” tegas tokoh masyarakat Desa Greneng, H.Toni kepada wartawan.

Ia menjelaskan dirinya bersama masyarakat setempat sudah tidak percaya lagi dengan pernyataan-pernyataan yang di ucapkan jemaat ahmadiyah tersebut. Akan tapi dalam kenyataan dilapangan selalu melanggarnya kesepakatan yang ada.

Karena permasalahan jemaat ahmadiyah ini sudah ada sejak tahun 1990 sampai dengan saat ini terus terjadi.Meski mereka telah melakukan taubat atau kembali ke ajaran islam yang sesungguhnya,akan tapi dalam kenyataan dilapangan justru masih saja menjalankan ajaran ahmadiyah.

“Tujuh kali melakukan taubat,akan tapi tetap saja kembali ke ajaran semula menjadi pengikuti jemaat ahmadiyah,sehingga inilah yang membuat masyarakat tidak percaya lagi dengan mereka,” ujarnya.

Oleh karena,lanjutnya,warga masyarakat Greneng menginginkan akan jemaat ahmadiyah itu dikeluarkan dari luar pulau Lombok saja.Dengan membuatkan tempat khusus untuk mereka agar tidak menganggu masyarakat lainnya.

Karena masyarakat menginginkan hidup damai,aman tanpa ada gangguan didalamnya.Namun kalau masih jemaat ahmadiyah dikembalikan lagi,maka warga akan melakukan penolakan lagi.

” jangan lagi jemaat ahmadiyah itu kembali ke Greneng,karena percuma warga tetap akan menolak,” tandasnya.

Hal yang sama dikatakan anggota LKMD, Saiyyah menegaskan apapun alasannya warga sudah tetap pada tekatnya untuk tetap menolak kembalinya jemaat ahmadiyah ke Greneng. Dengan apapun alasannya.

” Kalau sampai jemaat ahmadiyah kembali tentu akan sangat riskan kembali untuk terjadinya gejolak yang akan ganggu kamtibmas,” tandasnya.

Keterangan foto : Puing-puing reruntuhan rumah jemaat ahmadiyah yang dirusak warga.‎

4 Komentar

  1. Anonim

    Masyarakat lombok sudah diberi peringatan keras dari Langit dgn gempa yg menghancurkan ribuan rumah dan ratusan nyawa melayang. Ayo…tantang lagi Allah yg Maha Agung….

  2. Anonim

    Mereka anggota Ahmadiyah di desa Greneng adalah.WNI yg secara konstitusional di lindungi oleh undang-undang. Jadi yg menolak jelas melanggar UU. Hukum harus ditegakkan apapun resikonya. Pengadilan sbg institusi hukum resmi di NKRI yg akan memutuskan.

  3. Anonim

    Masyarakat madinah jaman Nabi saw mestinya menjadi contoh hidup berdampingan dg mereka yg berbeda, apapun suku maupun agamanya. Mereka yg mengaku muslim tetapi menolak hidup berdampingan dgn jemaat ahmadiyah, tidak mencerminkan ajaran Islam yg rahmatan lil alamin.

  4. Anonim

    Besarnya Kebencian mengalahkan kasih sayang, besarnya Fitnah menutup fakta yang Sebenarnya. Jadilah Muslim sejati yang tak berprasangka buruk dan jadikanlah Tabayyun sebagaimana Al Quran mengajarkan sebagai cara mengetahui suatu hal atau kabar langsung dari sumbernya.

Komentar ditutup.