Menkominfo Akan Kembali Buka Akses Telegram
” Bukan Saya yang bicara tapi Pavel yang bicara mengatakan dia akan membersihkan Telegram dari konten konten radikalisme dan terorisme. Itu langkah pertama,” katanya.
Menurut Rudiantara, langkah selanjutnya pihaknya akan berupaya membina komunikasi dengan pihak Telegram. Sehingga ketika ada konten-konten negatif yang tersebar dapat segera dilakukan tindakan.
Lebih lanjut Rudiantara mengatakan pihaknya juga telah bertemu dengan pengelola jenis platform lainnya seperti Facebook, Google untuk bersama-sama menangkal konten-konten negatif yang tersebar di platform mereka.
“Jadi ke depannya adalah bagaimana kita membina komunikasi dengan semuanya. Kemarin saya juga ketemu sama Facebook, sama, saya juga bilang. Jadi bukan mau ditutup yang lain, mau ditutup itu kalau tidak ada kerjasama, kalau terjadi pembiaran. Kalau kerjasama lebih bagus, kan apa alasannya ditutup,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kemkominfo telah menutup akses Telegram lantaran banyak sekali kanal yang ada di layanan tersebut bermuatan propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, disturbing images, dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia. Dampak terhadap pemblokiran ini adalah tidak bisa diaksesnya layanan Telegram versi web. (mrd)

1 Komentar
Keren. Ayo pindah ke aplikasi Telegram. Lebih ringan dan aman.
Komentar ditutup.