Memalukan! Warga Diciduk Nyabu di Tenda Pengungsian
LOMBOKita – Tim Gabungan Satuan Resnarkoba Polres Mataram, Polsek Lingsar dan Kepala Desa Langko, terpaksa meringkus Bilal (20), warga Lingsar Lombok Barat karena kedapatan mengkonsumsi narkoba.
Perbuatan memalukan yang dilakukan warga pengungsi terdampak musibah gempa Lombok ini bikin resah warga lain karena dicurigai sebagai sebagai pemakai narkoba dan bisa jadi juga sebagai pengedar. Aparat kepolisian sedang mendalami kasus tersebut.
Kasat Reserse Narkoba Kota Mataram AKP Prayit Hariyanto, SH mengatakan, penangkapan terhadap pelaku atas informasi dari masyarakat bahwa di salah satu tenda pengungsian dicurigai sebagai tempat mengkonsumsi narkoba jenis shabu.
“Warga curiga karena tidak ada yang diperbolehkan masuk ke tenda pengungsian milik Bilal,” jelas Kasat Reserse Narkoba Kota Mataram AKP Prayit Hariyanto dihubungi LOMBOKita, Rabu (5/9/2018).
Atas informasi warga itu, kata Prayit Hariyanto, aparat gabungan melakukan pemeriksaan terhadap tenda yang dicurigai dan mendapatkan Bilal sedang mengkonsumsi narkotika jenis shabu.
Saat dilakukan penggeledahan terhadap pelaku, kata Prayit, barang bukti berupa shabu masih berserakan di tenda pengungsian, dan langsung diringkus pada Senin (3/9/2018) malam.
Dari penggeledahan itu, disita barang bukti berupa dua poket narkotika golongan I jenis shabu, satu buah bong atau alat hisap, Kaca Silinder, Pipet, tiga buah korek api tanpa kepala, satu buah gunting, satu buah Curter, satu buah ponsel genggam dan satu bundle pipet plastik.
Pada saat pelaku diamankan, kata Kasat Reserse Narkoba, shabu yang belum terpakai dan peralatan yang berkaitan dengan Tindak Pidana Narkotika berserakan di tenda milik pelaku BKM als BILAL.
“Akhirnya kami mengamankan pelaku dan barang bukti ke Polsek Lingsar untuk menghindari kemarahan warga. Baru setelah itu pelaku dibawa ke Satresnarkoba Kota Mataram untuk menjalani pemeriksaaan dan pengembangan lebih lanjut,” imbuh mantan Kasatresnarkoba Lotim ini.
Prayit menjelaskan, pengguna narkoba itu tidak memandang tempat, begitu ingin memakai dimanapun akan dilakukan, termasuk di tengah-tengah kehidupan warga yang sedang mengalami musibah. Karenanya, dia berharap kepada masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mencegah peredaran gelap narkoba.
“Musibah gempa seharusnya dipergunakan untuk mengintrospeksi diri, bagaimana cara lebih mendekatkan diri kepada sang Khaliq, hidup di tenda pengungsian adalah pelajaran berharga karena di tempat itu bisa memupuk rasa kebersamaan dengan warga lainnya, baik yang berdampak rumah rusak akibat gempa atau yang tidak terdampak,” harap Prayit.
