Kunjungi Lombok, Menteri Desa Dorong Kades Berinovasi
LOMBOKita – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia, Eko Putro Sandjojo mendorong seluruh Kepala Desa (Kades) melakukan kreasi dan inovasi dalam pelakukan pembangunan di desa.
Hal itu dikatakan Menteri Desa saat melakukan kunjungan ke Desa Setanggor Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (25/7/2019).
Menurut Menteri Desa, Dana Desa yang digelontorkan pemerintah saat ini masih terfokus untuk pembangunan infrastruktur yang diharapkan menunjang pembangunan perekonomian di desa.
“Banyak cara yang bisa dilakukan oleh Kepala Desa untuk pengadaan lapangan desa semisal lapangan sepak bola, futsal dan sebagainya. Karena itu, kami mendorong para Kepala Desa untuk kreatif dan inovatif,” ucap Menteri Desa pada acara yang dihadiri Bupati Lombok Tengah, seluruh Kepala Desa dan Kelompok Sadar Wisata yang ada di Lombok Tengah.
Dana Desa yang digelontorkan oleh pemerintah pusat dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo selama ini, kata Menteri Desa, telah banyak memberikan manfaat bagi masyarakat desa, sehingga jumlahnya pun terus mengalami peningkatan setiap tahun.
Baca berita terkait: Di Lombok, Menteri Desa Dinobatkan jadi Pemban Agung Penata Ning Jagat
Eko Putro Sandjojo menyebutkan, sejak Indonesia merdeka tahun 1945 Indonesia mencatat ribuan desa masuk kategori desa tertinggal sementara pemerintah pusat kala itu lebih banyak memperhatikan desa-desa yang telah maju.
“Makanya dulu sering kita dengar ada desa yang maju makin maju, sementara desa tertinggal makin tertinggal,” ucap Menteri.
Menurut Menteri Desa, Dana Desa yang mulai digulirkan oleh Presiden Jokowi sejak tahun 2015 itu dihajatkan untuk melakukan pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia hingga ke pelosok-pelosok desa yang dianggarkan melalui APBN. Hal itu dilakukan sebagai upaya pengentasan kemiskinan yang terus terjadi di Indonesia.
Walhasil, kata Menteri, saat ini Indonesia menempati nomor urut 15 di seluruh dunia bidang kekuatan ekonomi dunia. Karenanya, program Dana Desa akan terus dilanjutkan, bahkan nilainya akan terus ditingkatkan.
“Awalnya kan program ini menjadi pertanyaan bagi sejumlah kalangan, bagaimana mungkin Kepala Desa yang rata-rata berpendidikan rendah bisa mengelola dana yang begitu besar. Tapi Alhamdulillah, dengan melakukan pendampingan ke desa-desa, dana tersebut bisa terkelola dengan baik,” ucapnya.
Bahkan, katanya lagi, serapan anggaran Dana Desa itu mencapai 99 persen pada tahun 2018. Dan itu angka yang cukup fantastis. “Belum ada kementerian yang serapan anggarannya mencapai 99 persen. Itu artinya, pengelolaan program dana desa sudah maksimal,” katanya.
Untuk tahun 2019 ini, lanjut Menteri Desa, pemerintah pusat memproyeksikan jumlah Dana Desa hingga Rp 70 triliun. Dana tersebut bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, sarana pendidikan, sarana kesehatan dan beberapa sarana untuk pemberdayaan perekonomian masyarakat di desa.
“Kalau program ini terus dijalankan secara optimal, maka tujuh tahun yang akan datang Indonesia akan terbebas dari kemiskinan dan ketertinggalan,” ucap Menteri Desa.

Hal senada disampaikan Bupati Lombok Tengah HM Suhaili Fadil Tohir. Menurutnya, para kepala desa di daerah ini jangan hanya berpangku tangan menerima bantuan dari pemerintah kabupaten. Tetapi harus mampu berkreasi dan berinovasi untuk kemajuan desa yang dipimpin masing-masing.
Perhatian pemerintah pusat kepada Kabupaten Lombok Tengah ini, kata Bupati Lombok Tengah, telah cukup besar yang patut diapresiasi dan disyukuri oleh seluruh lapisan masyarakat.
Bupati Lombok Tengah juga meminta dan menghimbau kepada seluruh Kepala Desa agar pandai-pandai mengelola dana desa, bijak dan cerdas dalam pengalokasian dana yang dihajatkan untuk melakukan pembangunan di tingkat desa itu.
“Sasarannya diperbanyak untuk pembangiunan sektor perekonomian, pemberdayaan masyarakat dan kepariwisataan yang saat ini sedang kita kembangkan,” kata Bupati Lombok Tengah dua periode itu.
demikian pula dengan sektor kesehatan juga harus mendapatkan perhatian yang cukup serius untuk meningkatkan kualitas hidup dan pola hidup masyarakat.
“Saya tidak ingin lagi mendengar ada laporan bayi atau anak-anak kita terkena penyakit gizi buruk lah, stunting lah dan apapun namanya. Ibu-ibu juga harus rajin memeriksa dan memanfaatkan Posyandu yang telah kita sediakan,” tandas Bupati.
pada kesempatan itu juga, HM Suhaili FT mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan di Desa Setanggor dengan menghadirkan Menteri Desa untuk meresmikan Desa Wisata yang saat ini tengah digalakkan dan dikembangkan di daerah Tatas Tuhu Trasna itu.

Komentar ditutup.