Kasus Gizi Buruk Jadi Atensi Penanganan DKP Lotim
LOMBOKita – Masih adanya masyarakat Lombok Timur, yang terkena kasus gizi buruk, menjadi atensi penanganan dari dinas ketahanan pangan (DKP) Kabupaten Lombok Timur.
“;Kasus gizi buruk ini menjadi atensi penaganan dari Badan ketahanan pangan,” ungkao H Sapirin kepala dinas Ketahanan Pangan kabupaten Lombok Timur.
Menurut Sapirin, di Lombok Timur ada enpat kecamatan tergolong stanting gizi buruk. Yaitu kecamatan Jerowaru, Lenek, Aikmel dan Suela. Sehingga cadangan pangan, lebih fokus tuk penanganan kasus gizi buruk
“Cadangan pangannijj fokus pada gizi buruk, karena salah satu penyebab stanting itu gizi buruk,”ucapnya.
Bahkan menurur Sapirin, secara nasional tercatat ada 10 desa masuk stating gizi buruk. Sehingga tahun 2018 ini, kementeruan pertabian membuat kegiatan peningkatan komsumsi pangan segar.
“;Giat peningkatan komsumsi pangan segar dilaksanakan oleh ibu ibu yang ada di 10 desa itu,” jelasnya.
Pelaksanaanyaoun di lakukan berkelompok, satu kelompok jumlah peserta 20 – 30 orang; “untuk pelaksanaan progtam ini, mereka manfatkan lahan pekarangannya,”paparnya.
Dengan adanya giat inipun, menurut Sapirin,para ibu ibu selain lokasi kerjanya dekat, mereka juga dapat mengasuh anaknya. Tak di tinggal atau di titipkan.
“ada pangan segar yang di komsumsi okeh anak gizi buruk,”tuturnya.Karena stabting inj akibat, anak tak komsumsi pangan segar, termasuk juga akibat pola asuh yang salah.
Keterangan foto. H Saoirin Kepala dinas ketahanan pangan kabupaten Lombok Timur
