Jangan takut Macet di Mataram, Ada Tim Rekayasa Lalulintas

Jajaran Polres Mataram melakukan pengalihan arus lalulintas untuk mengurai kemacetan / foto: Suara NTB

LOMBOKita – Dinas Perhubungan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menurunkan puluhan tim rekayasa lalulintas untuk menangani kemacetan pada sejumlah titik rawan selama bulan Ramadhan 1439 Hijriah.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, H Khalid di Mataram, Minggu mengatakan, setiap hari 50 orang tim rekayasa lalulintas dibantu 50 aparat Kepolisian dan 50 orang anggota Satpol PP turun mengurai kemacetan pada sejumlah titik.

Tim rekayasa lalu lintas, bertugas mulai pukul 16.00 WITA hingga malam, mengatur kendaraan agar tidak terjadi kemacetan.

Dikatakan, beberapa titik kemacetan yang mulai muncul pada sore hari di kota ini selama Ramadhan adalah di setiap pusat perbelanjaan dan persimpangan bisnis.

Misalnya di persimpangan Pasar Kebon Roek, Ampenan, kawasan bisnis Cakranegara, persimpangan Cakranegara, Jalan Dakota, kawasan Tanah Haji, Jalan Pejanggik, serta Jalan Airlangga “Apalagi semakin mendekati Hari Raya Idul Fitri, pusat-pusat perbelajaan mulai dari Ampenan, Mataram hingga Cakranegara akan mengalami kepadatan yang cukup tinggi,” katanya.

Keberadaan tim rekayasa lalulintas ini sangat berperan mengurai arus kendaraan serta melakukan rekayasa lalulintas agar tidak terjadi kemacetan.

Selain mengurai kemacetan lalulintas, aparat Dishub juga mengawasi pengguna jalan agar tidak memarkir kendaraan di badan jalan, termasuk pedagang kaki lima (PKL) yang membuka lapak sembarangan.

“Maraknya kendaraan masyarakat yang diparkir di badan jalan dan PKL yang menggunakan badan jalan menjadi salah satu pemicu terjadinya kemacetan arus lalu lintas,” katanya.

Sementara untuk PKL, tambah Khalid, pihaknya telah berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, agar segera melakukan penataan dan penertiban.