Jangan Sampai Pejabat Dengar Mutasi Menjadi Sakit, Mutasi Hal Biasa

LOTIM LOMBOKita – Wakil Bupati Lombok Timur H Rumakai Sj, melantik 13 Pejabat Eselon II dan 19 orang pejabat III, bertempat di Lobi kantor Bupati Lotim, Rabu (26/1).

Ke 13 pejabat eselon II yang di lantik tersebut yaitu Izuddin, S.Pd Kepala BKPSDM, yang sebelumnya Kadispora, jabatan Kadispora di jabat Drg. Asrul Sani, Mkes, yang sebelumnya staf ahli. Drs. Purnama Hadi, MH Asisten 1 Bidang Pemerintah, sebelumnya menjabat Kadis Perhubungan, DRS. H. Selamat Alimin, MSi menjabat Asisten III bidang administrasi, sebelumnya menjabat Kepala Insfektorat, DrH. Ashar Nasirul Huda menjabat staf ahli ekonomi pembangunan,

Mahsur, SP Kadis Peternakan B Farida Apriani, S.Sos menjabat Kadis Perhubungan, sebelumnya menjadi Staf Ahli, Dr. H. Hasbi santoso, Mkes Kadis Lingkungan Hidup, sebelumnya menjabat Asisten III,Drs. Salmun Rahman Kepala Inspektorat, sebelumnya menjabat Kepala BKPSDM,H. Zainudin, S.Ag menjabat Kepala Perpus dan Kearsipan, sebelumnya menjabat Kadis Perindustrian.
M. Zaidar rahman, SSTP., MH Kadis Perindustrian, sebelumnya jabat Kadis Lingkungan Hidup,

Hj. Masnan, S.Pd menjabat Kadis Koperasi dan Usaha Menengah, sebelumnya jabat Kadis Perdagangan, dan L. Dami ahyani, S.iP Kadis Perdagangan yang sebelumnya menjabat Asisten I.

Wakil Bupati Lombok Timur H Rumaksi Sj dalam sambutannya mengatakan mutasi dalam birokrasi hal biasa, tidak ada yang seru, dan mutasi kali ini dilakukan, merupakan tindak lanjut hasil hasil asismen yang telah diikuti, para pejabat khususnya pejabat eselon II

” Yang namanya mutasi itu bagi pejabat, hal biasa, dan harus di lalui,” ucapnya.

Mutasi ini dilakukan untuk mempercepat capaian visi dan misi di sisa masa jabatan, tentunya tetap pada prinsip the right man and the right job karena sebelumnya telah melalui proses uji kompetensi,

Dan sebagai pejabat, menurut Rumaksi, mutasi itu hal biasa dan harus di lalui, untuk penyegaran sesuai kebutuhan organisasi.

” Tidak ada subyektifitas setiap terjadi pergeseran, dan banyak pertimbangan juga yang di lakukan Bupati selaku pembina pegawai,” katanya, sehingga semua harus menerima,

Dalam mutasi ini, tidak ada sedikitpun konflik kepentingan, melainkan murni kebutuhan organisasi, dan membantu menyelesaikan misi visi yang belum terlaksana, dan dirinya juga berharap para pejabat yang telah dilantik, untuk memberikan dedikasi, pengabdian dan loyalitas tertinggi untuk sebesar-besarnya bagi kemaslahatan masyarakat Lombok Timur.

“Jangan justru setiap ada mutasi muncul perbedaan pendapat,” katanya, terima dengan lapang dada dan tidak ada yang sempurna