Hasil Diagnosa Gagal Ginjal, Mahendra Rutin Cuci Darah. “Terima Kasih JKN”
LOMBOKita – Di usia yang masi muda, Mahendra (25) tidak hilang semangat untuk menjalankan perawatan yang harus selalu ia jalani untuk menjaga kesehatannya.
Mahendra meyakini seluruh rangkaian perawatannya itu dijamin penuh oleh program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan.
“Sekiranya dua tahun lalu, saya sakit dan didiagnosa mengalami gagal ginjal. Dokter memvonis saya untuk menjalankan cuci darah. Perasaan saya saat itu sangat kecewa dan sedih, saya sempat tidak bisa menerima keadaan, sebab perawatan ini harus saya lakukan seumur hidup saya jika saya mau hidup, dan saya tahu biayanya tidaklah sedikit, orang yang berkecukupan saja tidak mampu membayar rutinitas pengobatan ini apalagi saya yang dari keluarga menengah kebawah,” cerita Mahendra, pada Jumat (20/01/2023).
Tetapi, dirinya harus mengakui bahwa ia harus menjalani cuci darah agar dapat tetap menjaga kebugaran dirinya meskipun masalah biaya tidak lagi menjadi masalah karena program JKN yang membantu dirinya.
Selama dirinya menjalani hemodialisa di rumah sakit, ia mengaku tidak bisa membayangkan apabila harus mengeluarkan biaya yang banyak dalam satu kali proses cuci darah, akan tetapi kekhawatirannya terjawab dengan adanya Program JKN ini.
“Sepertinya doa saya terjawab, dan kekhawatiran saya perlahan hilang karena pemerintah mempunyai program jaminan kesehatan untuk masyarakat. Saya sangat senang saat tahu itu. Karena saya terdaftar mejadi peserta Program JKN dari segmen PBI (Penerima Bantuan Iuran),” ujar Mahendra.
Mahendra merasa bersemangat lagi untuk menjalani hemodialisa. Bagaimana tidak, biaya cuci darah selama 2 kali seminggu, dibayarkan oleh Program JKN. Meskipun terkadang dirinya merasa sedih, akan tetapi Mahendra harus tetap semangat karena Kesehatan dia sangat diperhatikan oleh Pemerintah dan Rumah Sakit lewat Program JKN ini.
“Tak ada lagi beban pembiayaan di saya selama menjalani proses cuci darah. Dulu saya selalu berpikir mengenai biaya sebelum hemodialisa, tetapi sekarang, saya menjalaninya dengan semangat. Pelayanan yang saya terima sangat bagus, Rumah sakitnya sangat bersih, dokter dan perawatnya sangat baik, saya sangat puas. Jadi peserta JKN tidak dibedakan sama sekali, BPJS Kesehatan sangat mendukung perpanjangan hidup saya,” ungkap Mahendra.
Mahendra berharap bisa segera sembuh meski dengan terus menjalani hemodialisa secara rutin. Ia juga berharap bahwa Program JKN yang membantu begitu banyak orang yang membutuhkan teruslah berlanjut. Karena ketika tidak ada lagi, orang-orang seperti saya tidak akan terbayarkan perawatannya.
