Gubernur NTB L Iqbal Resmikan Pusat Informasi Geopark Rinjani di Sembalun
LOTIM LOMBOKita – Gubernur NTB HL M Iqbal di dampingi Sekretaris Daerah Lombok Timur DR HM Juaini Taofik meresmikan bangunan Pusat Informasi Geopark Rinjani , yang merupakan aset milik Pemda Lombok Timur yang sempat mengalami ketidakjelasan fungsi pasca pembangunan fisiknya. .
Sekda menjelaskan, bangunan pusat informasi itu sebelumnya sempat hampir diratakan, karena dinilai belum memberikan manfaat yang jelas. Hingga akhirnya, melalui dukungan pemerintah provinsi dan proses panjang, Geopark Rinjani berhasil mendapatkan pengakuan internasional.
“Pemkab Lotim mengapresiasi kepada Gubernur NTB atas perannya dalam mendorong pengakuan Geopark Rinjani.,” Ucapnya. Dan dirinya mengaku optimistis kepemimpinan General Manager yang baru, Qwadru Putro Wicaksono, mampu mengembangkan kawasan tersebut dengan semangat baru.
Lebih lanjut, ia menyoroti pengembangan sektor pariwisata di Lombok Timur yang mengacu pada konsep 3A, yakni aksesibilitas, amenitas, dan atraksi. Dari ketiga aspek itu, atraksi dinilai masih menjadi tantangan terbesar. Karena itu, ia berharap berbagai program Dinas Pariwisata dapat memperbanyak atraksi wisata di Sembalun dan desa-desa wisata lainnya, sehingga mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas rampungnya pembangunan dan peresmian pusat informasi yang juga menjadi bagian dari situs sejarah pascagempa 2018.
Ia mengakui pembangunan tersebut sempat terhenti, namun dapat dilanjutkan berkat kerja keras tim Geopark Rinjani.
Ia juga mengungkapkan, Geopark Rinjani kembali meraih status _Green Card_ dari UNESCO yang diputuskan dalam sidang revalidasi internasional di Paris, Prancis. Status tersebut memastikan Geopark Rinjani tetap menjadi bagian dari jaringan geopark dunia.
Gubernur menyoroti pentingnya pengelolaan data dan informasi di pusat informasi geopark. Ia menekankan perlunya petugas khusus yang siaga dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan berbagai informasi terkait kawasan tersebut.
Di tengah keterbatasan anggaran dan kondisi fiskal, Gubernur mengajak seluruh pihak untuk tetap bergerak dan berinovasi. Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengupayakan peningkatan dukungan anggaran ke depan, agar pengelolaan Geopark Rinjani berjalan lebih optimal.
Selain itu, ia mengajak seluruh masyarakat menjaga kelestarian Gunung Rinjani sebagai bagian penting dari geopark. Menurutnya, keberhasilan geopark sangat bergantung pada keseimbangan tiga pilar utama, yaitu pelestarian warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya, yang harus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat lokal.
Dengan diresmikannya Pusat Informasi Geopark Rinjani, diharapkan kawasan ini tidak hanya menjadi pusat edukasi dan informasi, tetapi juga awal dari pengembangan berkelanjutan Gunung Rinjani yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Meski mempertahankan status _Green Card_, UNESCO memberikan lima rekomendasi yang harus diselesaikan dalam empat tahun ke depan hingga revalidasi berikutnya pada 2029. Rekomendasi tersebut meliputi peningkatan visibilitas geosite melalui integrasi informasi geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya; penguatan infrastruktur pariwisata berkelanjutan pascagempa; pemberdayaan perempuan dalam konservasi dan ekonomi lokal; pengembangan fasilitas edukasi dan pengelolaan pengunjung; serta peningkatan pengelolaan pariwisata berkelanjutan di kawasan Kepulauan Gili.
