Fahri Hamzah: Alumni KPK Harusnya jadi Marbot, Bukan Caleg
LOMBOKita – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah ikut menanggapi perihal mantan juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi yang telah resmi mendaftarkan diri sebagai Calon Legislatif (caleg) dari PDI Perjuangan pada pemilu 2019 mendatang. Menurutnya, selama ini KPK diisi oleh oknum politikus.
“Memang alumni KPK politisi semua, serius saya. Itu semua politis, KPK itu telah menjelma menjadi lembaga politik,” katanya usai diperiksa prihal kasus dugaan pencemaran nama baik Presiden PKS Sohibul Iman di Mapolda Metro Jaya, Selasa (17/7).
Fahri Hamzah mengklaim, memang pejabat KPK itu akan kelihatan politis setelah mereka tidak lagi menjabat. Mereka memanfaatkan jabatannya di lembaga antirasuah tersebut untuk mencari posisi strategis setelah ia tidak lagi menjabat.
“Sampai sekarang lihat saja, semua mantan KPK menjabat cari posisi. Saya aja orang politik tahu diri, saya enggak nyalon, saya kembali ke masyarakat, ini incar jabatan selesai dari KPK, kan memalukan karena motif politiknya dari awal memang diperkuat itu insting saya dari awal,” katanya.
Meskipun demikian, Fahri mengaku kalau itu hak semua orang untuk menjadi anggota DPR, termasuk mantan elit KPK.
“Boleh, tapi kan ada bekas penegak hukum, punya dan tahu kasus banyak orang, secara etik enggak boleh berkelana di dunia politik, ini karena anda pegang rahasia orang, anda diam berkarir secara normal. Harusnya dia apa kek kan banyak rejeki dimana-mana, jadi lawyer, pedagang atau marbot,” pungkasnya.
