Ekonomi Kreatif Berbasis Sampah Plastik sebagai Upaya Peningkatan Perekonomian Masyarakat Dasan Geres, Lombok Barat

ABSTRAK
Pemanfaatan daur ulang sampah plastik di Kelurahan Dasan Deres mampu meningkatkan perekonomian penduduk melalui program milik kelompok Kuliah Kerja Nyata “Ekonomi Kreatif Berbasis Sampah Plastik”. Dengan mengubah sampah plastik menjadi barang yang dapat digunakan kembali dapat membantu mengurangi pencemaran lingkungan.

Melalui daur ulang sampah plastik menjadi kerajinan tangan dapat berguna dan memiliki nilai estetika serta nilai jual yang diharapkan dapat meningkatkan ekonomi penduduk.

Kreativitas pemanfaatan sampah ini dapat dikreasikan menjadi tas, bunga, ekobrick dan ingke. Program unggulan dari kegiatan ini yaitu untuk mengubah sampah plastik menjadi kerajinan yang dapat dijual.

Adapun program tambahan dari kegiatan KKN ini yaitu untuk memberikan edukasi kepada penduduk di Kelurahan Dasan Geres yang bergabung pada kelas kerajinan. Pelaksanaan program unggulan diawali dengan kegiatan sosialisasi serta pemberian bibit tanaman menggunakan polybag dari olahan sampah, sosialiasi penghijauan dan daur ulang sampah, penghijauan, serta kelas pengajaran mengolah sampah menjadi berbagai kerajinan. Penduduk dari berbagai usia memiliki antusias untuk berpartisipasi dalam pemanfaatan sampah menjadi kerajinan yang bernilai jual.

PENDAHULUAN
Dewasa ini, sampah menjadi salah satu permasalahan yang cukup sulit di tangani di Indonesia. Hal ini terjadi karena kebiasaan penduduknya sebagai konsumen yang selalu menghasilkan sampah terutama plastik pada setiap pemakaian produk. Seiring dengan perkembangan teknologi kebutuhan plastik terus meningkat. Hal ini membuat produksi sampah plastik menjadi permasalahan karena kuantitas maupun tingkat bahayanya mengganggu kelangsungan makhluk hidup. Jika permasalahan ini tidak ditangani sebagaimana mestinya, sampah plastik dapat menjadi resiko bagi kesehatan manusia serta makhluk lainnya (Agung, Juita, & Zuriyani, 2021).

Pada umumnya plastik merupakan bahan anorganik buatan yang tersusun dari bahan-bahan kimia yang sukar diuraikan sehingga berbahaya bagi lingkungan. Oleh karena itu dengan mengubah sampah plastik menjadi barang yang dapat digunakan kembali dapat membantu mengurangi pencemaran lingkungan.

Salah satu solusi yang cukup baik untuk menangani permasalahan sampah plastik ini adalah mendaur ulang sampah plastik menjadi kerajinan tangan Untuk mendaur ulang sampah plastik, menjadi suatu kerajinan seorang perlu membangun sistem pengumpulan sampah yang baik, dan menjalin kerjasama dengan pedagang. (Lokajaya, Indo, & Karunia L, 2019) Pemanfatan sampah plastik dengan baik dapat menghasilkan suatu karya yang menarik dan berdaya jual tinggi (Purbaningrum, Utami, Wijayati, & Wulandari, 2019).

Dengan kreativitas dalam memanfaatkan sampah plastik yang awalnya menumpuk dapat diubah menjadi barang yang berguna kembali yang memiliki nilai estetika dan nilai jual. Kreativitias pemanfaatan sampah ini bahkan dapat menjadi ekonomi berbasis kreatif dimana sampah plastik seperti bungkus kopi, bungkus mie instan, bungkus detergen dan gelas plastik dapat di dikreasikan menjadi berbagai macam produk kerajinan dari bebagai jenis sampah plastik seperti tas, bunga,ecobrik dan lain-lain (Diana, Marlina, Amalia, & Elwina, 2017). Namun sampah yang akan di buat kerajinan harus di pilah terlebih dahulu karena tidak semua sampah plastik bisa di gunakan sebagai prodak kerajinan misalnnya sampah yang sudah berdaur dengan tanah.

Kelurahan Dasan Geres yang terletak di Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat juga merupakan salah satu wilayah yang memiliki permasalahan lingkungan terkait sampah plastik. Sampah plastik yang biasanya dikumpulkan oleh penduduk adalah sampah botol dan gelas plastik yang mana nantinya dijual ke pengepul sampah. Namun masyarakat di desa Dasan Geres belum mengetahui bahwa sampah yang dikumpulkan bisa menjadi suatu prodak yang di mana akan membantu perekonomiaan penduduknya.

Selain itu, penduduk wilayah Dasan Geres juga rata-rata memiliki pekerjaan sebagai pedagang, yang mana membuat penduduk dapat saling bekerja sama untuk mempromosikan serta menjual hasil kerajinan tangan mereka. Dengan begitu, program ekonomi kreatif berbasis sampah ini dapat membantu penduduk dalam meningkatkan ekonomi sekaligus menjaga lingkungan wilayah Dasan Geres.

Berdasarkan uraian tersebut, program ekonomi kreatif ini dilaksanakan untuk mengetahui proses pelaksanaan daur ulang sampah menjadi kerajinan, factor pendukung dan penghambat program ekonomi kratif, serta tingkat keberhasilan implementasi daur ulang sampah plastik di Kelurahan Dasan Geres Kecamatan Gerung.

Permasalahan Mitra

Sosialisasi kerajinan tangan dari sampah plastik dengan SDN 1 Dasan Geres

Di wilayah Kelurahan Dasan Geres, sampah menjadi permasalahan besar yang dihadapi oleh penduduk terutama sampah plastik. Hal ini disebabkan karena tidak adanya Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di wilayah ini serta kurangnya kesadaran penduduk terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Oleh sebab itu, keberadaan sampah semakin menumpuk di setiap lingkungan Dasan Geres, ditambah lagi dengan tidak adanya TPS maupun TPA sehingga penduduk terpaksa membuang sampah sembarangan di lahan kosong milik penduduk setempat, sebagai dampak langsung maupun tidak langsung bagi penduduk khususnya yang berdekatan dengan lokasi pembuangan sampah.

Dampak langsung adalah timbulnya berbagai penyakit menular, bau yang tidak enak, serta mengganggu kebersihan dan keindahan lingkungan. Adapun dampak tidak langsungnya adalah bahaya banjir yang disebabkan oleh terhambatnya arus air selokan dan sungai karena karena terhalang timbunan sampah.

Permasalahan mitra dapat disimpulkan sebagai berikut:
Pengetahuan apa yang dapat diberikan kepada warga desa agar mau memanfaatkan sampah plastik yang ada di lingkungannya.
Pemanfaatan sampah plastik yang dapat meningkatkan pendapatan

METODE PELAKSANAAN
Survei Awal
Setelah melaksanakan wawancara dengan pemangku jabatan di Kelurahan (dalam hal ini Pak Lurah dan Sekretaris Lurah), beberapa kepala lingkungan, dan masyarakat setempat, diketahui bahwa permasalahan yang paling urgent di wilayah ini adalah sampah plastik. Sampah plastic ini banyak didapatkan dari bungkus jajan dan kresek. Terlebih karena kresek diberikan dengan cuma-cuma. Tidak adanya Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di wilayah ini mempersulit pendistribusian sampah sebelum diangkut menuju TPA yang terletak di wilayah lain.

Persiapan
Pada tahap ini dilakukan persiapan pengumpulan sampah plastik yang akan digunakan sebagai bahan kerajinan. Pengumpulan sampah berupa sampah plastik dilakukan dengan cara melakukan kegiatan bersih-bersih pada pagi dan sore hari.

Selain itu, sampah plastik juga didapatkan melalui kerja sama dengan para pedagang. Tiap pedagang diberikan satu kantung kresek besar sebagai tempat mengumpulkan sampah plastik yang nantinya akan diambil pada kegiatan bersih-bersih di sore hari. Setelah sampah plastik dikumpulkan, sampah-sampah tersebut dipilah, dicuci hingga bersih, dan dikeringkan.

Sosialisasi Program
Pada tahap ini dilakukan sosialisasi program agar penduduk sasaran dapat mengetahui program yang akan dilaksanakan. Adapun sasaran dari sosialisasi yang dilakukan adalah anak-anak, remaja, dan ibu rumah tangga.

Kelas Kerajinan
Tahap ini dilakukan setelah kegiatan sosialisasi dilaksanakan. Pada tahap ini, dilaksanakan kelas kerajinan yang mengajarkan penduduk sekitar mengenai tata cara pembuatan kerajinan yang dapat diciptakan dengan bahan dasar sampah plastik. Adapun kerajinan yang dibuat adalah ingke, tas, dan bunga imitasi. Sementara itu, sasaran dari kelas kerajinan ini adalah anak-anak, remaja, dan ibu rumah tangga.

Pemasaran
Pada tahap ini, dilakukan kerjasama dengan Komunitas Masyarakat Peduli Sungai (KMPS) di Kelurahan Dasan Geres sebagai pengelola pemasaran kerajinan yang telah dibuat oleh penduduk. Pemasaran dilakukan dengan cara menyebarkan brosur melalui media sosial dan promosi dari mulut ke mulut. Sasaran dari produk ini adalah mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa hingga orang bisa menggunakannya. Selain itu produk ini mudah didapatkan oleh berbagai kalangan ekonomi dikarenakan harga yang terjangkau.

Evaluasi
Pada tahap ini dilakukan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan dari produk kerajinan. Selain itu, dilakukan pula penyusunan strategi pemasaran kembali dengan berdasarkan kekurangan yang ditemukan selama evaluasi, baik itu kekurangan dalam strategi yang telah dilaksanakan, pengeluaran, ataupun pendapatan.

HASIL DAN LUARAN YANG DICAPAI
Kegiatan pengabdian yang di laksanakan meliputi kegiatan sosialisasi dan pengajaran kepada anak-anak, remaja, dan ibu rumah tangga.

Terkait daur ulang sampah plastik menjadi kerajinan tangan. pendaur ulangan sampah plastik yang di mana akan membantu meningkatkan perekonomian penduduk. Melalui program ekonomi kreatif berbasis sampah plastik.

Limbah plastik adalah salah satu masalah pencemaran lingkungan yang serius dikarenakan sifatnya yang susah terurai di tanah. Sehingga salah satu solusi untuk masalah limbah plastik adalah melakukan daur ulang yang mengubah limbah plastik menjadi barang baru. Daur ulang ini menjadi langkah yang baik untuk mengurangi masalah sampah plastik di kelurahan Dasan Geres . Ini juga dapat menjadi peluang bagi penduduk untuk menaikkan ekonomi mereka dengan menerapkan ekonomi kreatif berbasis sampah plastik. Kerajinan-kerajinan tangan yang dibuat oleh penduduk dapat diperjual belikan. Ditambah dengan komunitas peduli lingkungan di kelurahan Dasan Geres yaitu KMPS, telah menggeluti bisnis daur ulang sampah dalam bidang ecobrick. Komunitas tersebut dapat menjadi penggerak wilayah Dasan Geres dalam mempromosikan kerajinan tangan kreasi penduduk.

Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan, terbukti bahwa ekonomi kreatif berbasis sampah plastik ini memiliki dampak dalam perekonomian penduduk serta kebersihan lingkungan dari limbah plastik. Sosialisasi dan kelas kerajinan yang diadakan banyak menarik perhatian penduduk untuk ikut mendaur ulang sampah plastik yang dikumpulkan menjadi ingke, tas, bunga imitasi, dan kerajinan lainnya. Antusiasisme penduduk dapat dilihat dari banyaknya jumlah penduduk yang datang pada sosialisasi dan kelas kerajinan, dengan 15 anak-anak, 7 ibu rumah tangga, dan 14 pemuda-pemudi lingkungan Dasan Geres Tengah.

Luaran yang dicapai yaitu adanya kreatifitas dan keterampilan dalam diri penduduk wilayah Dasan Geres Tengah dalam mengubah sampah plastik menjadi kerajinan tangan. Penduduk dapat mendaur ulang sampah bungkus makanan ringan menjadi polybag untuk menanam bibit tanaman, membuat bunga imitasi dari botol susu bekas, atau tas dan ingke dari gelang air gelasan.

SIMPULAN DAN SARANt
Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan edukasi kepada penududuk kelurahan Dasan Geres untuk memanfaatkan sampah plastik yang biasa dibuang sehari-hari untuk menjadi barang dengan nilai jual tinggi. Penduduk juga menunjukkan rasa ketertarikan yang tinggi terhadap kegiatan kelas kerajinan yang diadakan, sehingga barang yang dihasilkan dari sampah plastik menjadi lebih banyak.

Saran dari kegiatan ini yaitu perlunya pendampingan untuk penduduk yang telah memulai kegiatan daur ulang sampah agar penduduk dapat membuat kerajinan tangan dengan jumlah yang tetap. Selain itu, pihak KMPS perlu menjadi lebih aktif dalam membuat kerajinan tangan Bersama penududuk sekitar dan diperlukannya pendampingan dalam kegiatan penjualan agar potensi bisnis ekonomi kreatif berbasis sampah plastik berjalan.

DAFTAR PUSTAKA
Agung, K., Juita, E., & Zuriyani, E. (2021). Analisis Pengelolaan Sampah Di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Sido Makmur Kecamatan Sipora Utara. JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi), 6(2), 115-124.

Diana, S., Marlina, Amalia, Z., & Elwina. (2017). Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Produk Kerajinan Tangan Bernilai Ekonomis Bagi Remaja Putus Sekolah. Jurnal Vokasi, 1(1), 68-73.

Lokajaya, I. N., Indo, W., & Karunia L, A. (2019). Pengolahan Limbah Plastik Menjadi Produk Kerajinan Tangan Untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Sendang Dajah. Jurnal Abdikarya : Jurnal Karya Pengabdian Dosen dan Mahasiswa, 3(4), 303-307.

Nasution, S. R., Rahmalina, D., Sulaksono, B., & Doaly, C. O. (2018). lbM: Pemanfaatan Limbah Plastik Sebagai Kerajinan Tangan Di Kelurahan Srengseng Sawah Jagakarsa Jakarta Selatan. Jurnal Ilmiah Teknik Industri, 6(2), 117-123. doi:http://dx.doi.org/10.24912/jitiuntar.v6i2.4119

Purbaningrum, A. D., Utami, R. Z., Wijayati, R., & Wulandari, Y. (2019). Pengolahan Kembali Sampah Plastik Menjadi Kerajinan Cantik Sebagai Upaya Pengurangan Pencemaran Lingkungan.

Disusun oleh:
Eka Rahayu Damayanti, I Nyoman Gandi Sudarsana, Leni Oktaviani, Meli Afriani, Melya Mariskhantari, Ni Luh Arginda Pasmawangi, Ni Made Puja Swari Indriani, Nurfatinnisa Rahmadhani P, Nurlaelani, Nurul Hidayatul Aini, Rosidatul Jalilah H.F,
Ida Bagus Kade Gunayasa

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

E-mail : kknterpadudasangeres@gmail.com

dewatogel88

dewatoto

dewaslot88

dewaselot

dewatoto

dewaselot

pilot138

dewatogel88

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

alpa4d

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777