Duh, Miris Banget! Oknum Kawil Rusak Mangrove di Pantai Jor Gunakan Alat Berat

Keterangan FOTO : pohon mangrove di wilayah Jor Jerowaru yang di rusak menggunakan alat berat, Senin (4/12)

LOMBOKita – Ketika pemerintah sedang menggalakkan penanaman mangrove, justru pohon mangrove yang sudah tumbuh besar di wilayah Jor Desa Jerowaru Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur dirusak menggunakan alat berat. Pengerusakan itu diduga dilakukan oknum Kepala Wilayah (Kawil) di desa itu, Senin (4/12/2023). 

Perusakan pmangrove tersebut dengan alasan akan dijadikan sebagai lokasi tambatan perahu nelayan.

Tambahan informasi, Undang-undang Perikanan No. 27 tahun 2007, yang melakukan penebangan dan merusak mangrove diancam hukuman minimal 2 tahun penjara dan maksimal 10 tahun
penjara atau denda Rp 2 miliar sampai dengan Rp 10 Miliar.

Camat Jerowaru, Lalu Kamaruddin yang dikonfirmasi media ini membenarkan adanya laporan terkait perusakan pohok mangrove yang dilakukan menggunakan alat berat di wilayah Jor yang diketahui langsung berhadapan dengan laut lepas itu.

“Begitu mendapat laporan, Kasi Trantib langsung turun ke lapangan melakukan croscek,” ucap Camat.

Camat Jerowaru menegaskan telah memberikan teguran, namun tak diindahkan.

“Penebangan pohon mangrove itu tidak boleh dilakukan sembarangan, harus ada ijin dari pemerintah pusat dalam hal ini Menteri Perikanan, ketika ada yang melanggar tentu memiliki konsekwensi sesuai UU yang ada,” jelasnya.

Menurut Camat, pihaknya telah menjalankan tugas untuk memberikan teguran dan peringatan kepada masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum.

Sementara Kadis Perikanan dan Kelautan Lotim, M. Zainuddin yang dikonfirmasi juga membenarkan adanya laporan terkait penebangan pohon mangrove di wilayah Jor tersebut. Namun Zainuddin berkilah itu kewenangan Dinas Perikanan Provinsi NTB.

“Yang jelas menebang apalagi merusak pohon mangrove, ancaman hukumannya besar, sesuai undang-undang,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini