Densus 88 Polri Sosialisasi Cegah IRE di Ponpes Nurul Haramain, Santri Didorong Jadi Garda Terdepan Tolak Radikalisme
LOBAR LOMBOKita – Satgaswil NTB Anti Teror Densus 88 Mabes Polri menggelar sosialisasi pencegahan intoleransi, radikalisme, ekstremisme dan terorisme IRE di Pondok Pesantren Nurul Haramain NWDI Narmada, Lombok Barat, Jumat (19/6/2026).
Kegiatan berlangsung di Aula Putri Ponpes Nurul Haramain diikuti 700 santri dan santriwati sebagai upaya memperkuat peran mereka sebagai garda terdepan menolak paham IRE.
Hadir sebagai narasumber IPDA Embun Hariadi, S.H. dari Densus 88 Mabes Polri. Dari pihak ponpes hadir Ustadz H. Rianto, Humas, Ustadz Abdul Basit Pengasuhan Putra, Ustadz Hamdani, Pembina Ubudiah Putri, Ustadz Baharuddin Humas, Ustadzah Rupina Holidaziah, Pengasuhan Putri, serta Ustadz Sarjuliadi Pengasuhan Putra.
Ustadz H. Rianto, dalam.sambutannya menegaskan para santri akan mendapat edukasi wawasan kebangsaan untuk mengantisipasi faham yang mengancam NKRI.
“Faham intoleran, radikalisme, ekstremisme dan terorisme jangan kita biarkan berkembang di NKRI. Mari dengarkan edukasi dari Densus 88 sebagai bekal hidup sebagai warga negara,” ujarnya.
IPDA Embun Hariadi menjelaskan IRE ibarat pohon. Akarnya adalah intoleransi, tahap awal yang merusak pemahaman karena tidak bisa menerima perbedaan. Batangnya radikalisme, tahap lanjutan yang mengubah sikap jadi ekstrem dan antipati terhadap sistem sah di pendidikan maupun masyarakat. Terakhir buahnya terorisme, tahap akhir berupa aksi kekerasan nyata untuk tujuan ideologis.
Sosialisasi ini masuk program pemerintah Asta Cita Poin 8: memperkuat harmoni alam, budaya, masyarakat, serta meningkatkan toleransi antarumat beragama untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur.
Ia memaparkan definisi IRE, karakter, faktor penyebab, hingga sarana penyebarannya. “Radikalisme ada 3: Radikalisme Tindakan yang menghalalkan kekerasan termasuk pembunuhan atas nama agama, Radikalisme ingin mengganti Pancasila, dan Radikalisme Keyakinan yang menghakimi orang berbeda sebagai salah,” jelasnya.
“Adik-adik santri adalah garda terdepan membentengi NKRI dari perpecahan akibat menyebarnya IRE. Keselamatan bangsa berada di pundak adik-adik santri,” tegasnya.
