Bupati Iron Responden Pertama, Sensus Ekonomi 2026,”Warga Beri Data Jujur pada Sensus Ekonomi 2026″
LOTIM LOMBOKita – Sensus Ekonomi 2026 resmi dimulai di Lotim, mengawali kegiatan Sensus, , Badan pusat Statistik (BPS) Lombok Timur melalui petugas penanggungjawab lapangan (PPL) BPS, dengan didampingi kepala BPS Lotim Sri Endang Widya ni, memulai kegiatan Sensus dari Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin, Rabu (17/6).
Bupati Lotim H Haerul Warisin usai didata, mengimbau seluruh lapisan masyarakat Lotim agar memberi informasi jujur dan apa adanya kepada petugas sensus. Karena akurasi data sangat menentukan arah kebijakan daerah ke depan.
“Berikan data yang benar, data apa adanya. Jangan disembunyikan, jangan juga diada-ada. Data yang disajikan masyarakat akan digunakan sebagai prioritas pembangunan kita ke depan. Kalau datanya salah, salah juga program kita,” ucap Iron panggilan akrab Haerul Warisin.
Menurut Iron, cakupan sensus kali ini sangat luas karena menggabungkan tiga sensus sekaligus, yaitu sektor pertanian, usaha mikro-kecil-menengah, hingga usaha besar.
sementara itu Kepala BPS Lotim Sri Endang Widyanti mengapresiasi keterbukaan Bupati yang bersedia jadi role model untuk mengawali kegiatan Sensus ekonomi tersebut.
” Untuk kegiatan Sensus dimLotim, ada 1.336 petugas sensus telah dilatih profesional yang disiapkan mendata semua keluarga serta seluruh skala usaha di Lotim, baik pertanian maupun non-pertanian, ” ujarnya.
Sri Endang juga mengatakan, kegiatan Sensus yang dilakukan tidak ada keterkaitan dengan pajak, sebagaimana kekhawatiran warga. “Kegiatan Sensus Ekonomi 2026 tidak ada kaitannya dengan pajak. Petugas kami menjaga kerahasiaan data dan tidak akan menyebarkanluaskan,” debutnya.
Untuk menghindari data ganda, Sri mengatakan, para petugas setelah pendataan dilakukan langsung dilakukan penempelan stiker berbasis bangunan. Satu stiker mencatat jumlah keluarga dan usaha di dalam bangunan tersebut.
Dengan dimulainya pendataan dari orang nomor satu di Lotim, BPS berharap seluruh warga menerima petugas dengan tangan terbuka. Hasil analisis sensus nanti akan jadi dasar penentuan kebijakan pemerintah agar lebih tepat sasaran.
” Kami berharap seluruh masyarakat untuk menerima petugas kami yang datang melakukan Sensus,”harapnya.
