Bupati HM Sukiman Azmy Membuka Musda ke 8 PPNI Lotim
LOTIM LOMBOKita – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Lombok Timur melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) ke-8. Musda PPNI dilaksanakan di tingkat kabupaten/ kota setiap 5 tahun sekali.
Kegiatan ini sebagai bagian dari pertanggungjawaban Dewan Pengurus Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Lombok Timur periode 2017-2022. Musda berlangsung di Aula Balai Pelatihan Vokasi & Produktivitas Lenek Lombok Timur, Sabtu (13/8). Tema Musda ke-8 ini adalah “Perawat Melayani Rakyat, Kokoh bersinergi dengan Pemerintah Untuk Kabupaten Lombok Timur”.
Kegiatan Musda ini dihadiri Bupati Lombok Timur H. M. Sukiman Azmy, ketua DPW PPNI Provinsi NTB H. Muhir. Hadir pula PPNI Pengurus Pusat, PPNI Daerah dan Seluruh DPD PPNI Kabupaten Lombok Timur.
Bupati Sukiman Azmy dalam sambutannya memberikan selamat kepada PPNI Lotim yang telah mengadakan musda ke-8. Ia menyampaikan bahwa IPM Kabupaten Lombok Timur pada tahun 2018 berada pada posisi nomor urut sembilan dari sepuluh Kabupaten/Kota di Provinsi NTB.
Akan tetapi dengan mengoptimalkan ikhtiar di tengah pembangunan pasca gempa, dan pandemi covid-19 yang menguras tenaga dan anggaran Pemerintah, Kabupaten Lombok Timur dapat menaikkan IPM menjadi nomor urut delapan.
Bupati juga meminta agar DPD PPNI memperhatikan dua hal, yakni tingginya angka kematian ibu dan anak yang masih menjadi problematika di Kabupaten Lombok Timur.
Apalahi Lotim memiliki sarana dan prasarana Rumah Sakit Daerah, di Lotim ada 4 Rumah Dakit, 36 Puskesmas, 81 Pustu dan 254 polindes tentunya akan memudahkan menekan angka kematian ibu dan anak.
Namun dalam pelaksanaannya di lapangan perawat maupun bidan yang menangani kurang koordinasi dan koneksi dengan Puskesmas dan dokter spesialis, begitupun sebaliknya.
Sehingga menyebabkan angka kematian ibu dan anak relatif cukup besar dan berdampak kepada Angka Harapan Hidup.
Jika tidak segera ditangani dengan sebaik-baiknya akan berdampak kepada IPM Kabupaten Lombok Timur di masa mendatang.
Kurangnya koordinasi dan keterhubungan tenaga kesehatan, jelas Bupati, akan diminimalisi dengan menempatkan tenaga kesehatan sesuai disiplin ilmunya.
Kepada tenaga kesehatan senior yang telah lama mengabdikan diri menjadi tenaga kesehatan dan telah mampu diharapkan Bupati dapat mendirikan klinik sekaligus sebagai upaya memberdayakan tenaga kesehatan yang masih minim pengalaman.
Hal tersebut diharapkan pula dapat menyerap lulusan perawat di Kabupaten Lombok Timur, yang menurut Bupati jumlahnya berbanding terbalik dengan lapangan pekerjaan yang ada.

1 Komentar
Komentar ditutup.