Bukan Beringin, PDAM Lombok Tengah Ajak Masyarakat Tanam Kelor
LOMBOKita – Antusias masyarakat untuk melakukan konservasi dengan penanaman pohon disambut oleh baik oleh PDAM Lombok Tengah. Jum’at (18/03/2022) di Aula Kantor Camat Batukliang Kabupaten Lombok Tengah, PDAM Loteng memfasilitasi kegiatan sosialisasi dan penanaman pohon kelor bersama Nasrin, pemilik pabrik pengolahan kelor yang ada di Mataram.
Plt. Dirut PDAM Lombok Tengah, Bambang Supratomo menjelaskan bahwa keinginan PDAM adalah agar masyarakat Lombok Tengah bisa menanam pohon demi kelangsungan sumber air.
“Kami tidak ada kepentingan lain, kecuali bagaimana supaya masyarakat Lombok Tengah mulai menanam pohon untuk kelangsungan sumber air”, jelas Bambang.
“Kondisi degradasi hutan kita dan gempa bumi yang telah terjadi membuat mata air kita semakin berkurang dari tahun ke tahun. Menurut penelitian, Debit air kita menurun setiap tahunnya 10 persen, maka dari itu harus kita lindungi mata air tsb dengan kembali menanam pohon”, tambahnya.
Bambang juga menambahkan agar umur tanamannya bisa bertahan lama, maka saat ini harus memenuhi 3 kriteria dasar dulu, terlepas jumlah serapan airnya besar atau kecil tapi harus memenuhi 3 unsur jika ingin umur pohon panjang yaitu unsur ekologis, unsur ekonomis, dan unsur sosial. Jika ada unsur yang tidak masuk maka saya bisa katanya kegiatan itu hanya seremonial.
“Nanit talet bunut lek kebon batur, lemak aru pastin wah telang (hari ini menanam pohon beringin di kebun, besoknya pasti hilang). Begitu kira-kira jika tidak bisa masuk unsur ekonomis dan sosialnya,” tutupnya.
Di tempat yang sama, Lalu Sudirman, Camat Batukliang sangat mendukung langkah PDAM Lombok Tengah untuk penanaman pohon kelor di kecamatan Batukliang.
“Saya sangat antusias dengan program ini. Apalagi tadi sudah disampaikan langsung oleh Pak Nasrin, Owner dari PT. Tri Utami Jaya. saya kira ini sangat prospek dan masyarakat juga akan antusias untuk menanam,” kata Lalu Sudirman.
Dengan adanya program ini, lanjut Lalu.Sudirman, pihaknya berharap bisa menjadi tambahan penghasilan dari petani dan masyarakat di tengah keterpurukan. Dengan covid-19 ini, petani dan masyarakat bisa dapat penghasilan lain dengan menjual daun atau tepung daun kelor ini.
“Terlebih lagi sudah ada industrialisasi dan Pak Nasrin akan siap membeli daun kelor yang ditanam masyarakat. Artinya pasarnya sudah jelas,” tutupnya.
Sementara Kades Selebung, Agus Kusuma Hadi juga sangat antusias mengikuti kegiatan sosialisasi ini. Agus juga mengapresiasi terobosan dari Plt. Dirut PDAM Lombok Tengah.
“Saya pikir ini adalah upaya yang sangat bagus, seperti yang disampaikan penanaman kelor ini bisa masuk 3 aspek dasar konservasi. Aspek ekologisnya mampu bermanfaat untuk bumi dan alam raya ini. Aspek ekonominya mampu memberikan tambahan penghasilan petani dan masyarakat kita. Serta aspek sosialnya tidak ada penolakan sehingga saya pikir masyarakat bisa lebih baik,” jelasnya.
Pria yang akrab dipanggil Bung Agus ini juga menambahkan, masyarakat desa Selebung akan siapkan paling tidak 150 hektar kebun untuk tanam kelor yang sebenarnya sudah memulai duluan, dan sudah membuat schedule bersama Plt. Dirut untuk sama-sama mengunjungi Pabrik Kelornya secara langsung. Sehingga harus benar-benar yakin ada pengolahan dan pemasarannya jelas.
