BPBD Lotim Gandeng Pengusaha Tanki Lokal Distribusi Air Bersih

LOMBOKita – Atensi terhadap 15 kecamatan yang mengalami kekeringan di Lombok Timur (Lotim) terus diupayakan mencari solusinya.

Salah satunya yakni mengatur pola distribusi air bersih. Armada tangki air bersih yang masih jauh dari kecukupan harus dapat diefektifkan untuk melayani wilayah terdampak kekeringan..

“Kamin telah menandatangani kontrak dengan enam perusahaan swasta yang siap mendistribusikan air ke wilayah terdampak,” ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim, Iwan Setiawan,

Menurutnya, satu tangki air bersih telah dibayarkan berpariasi antara Rp 150 ribu Rp 250 ribu tergantung jarak antar.

“Untuk pengusaha mobil tangki air swasta kami prioritaskan untuk lokasi terjauh dan tersulit untuk kami suplai,” katanya.

Iwan menyebutkan, dalam pendistribusian pihaknya telah membuatkan jadwal untuk distribusi air.

“Pendistribusian ke titik lokasi, telah dibuatkan jadwal, dengan pola ini Insha Allah akan lebih efektif dan efesien, sehingga asyarakat betul-betul dapat air bukan hanya laporan saja,” sebutnya.

Tak hanya itu, pola tersebut juga akan memberikan ruang bagi BPBD bisa maksimal ke kecamatan yang lain untuk disuplai dangan mobil tangki yang ada di BPBD.

“Selain enam tangki swasta, dua armada tangki dari BPBD tetap dikerahkan tiap hari ke kecamatan Jerowaru. Sedangkan untuk 14 kecamatan lainnya tetap dari armada yang dari BPBD,” tambahnya.

Rata-rata per hari jumlah air bersih, yang distribusikan sebanyak 20 tangki air bersih dari pihak swasta dan 10 tangki dari mobil tangki BPBD, yang totalnya rata rata 30 tangki per hari utk kecamatan Jeroaru

Dengan pola beli ini BPBD berhajat selain memberikan suplai air bersih yang maksimal juga menggerakan perekonomian masyarakat hususnya pengusaha tangki swasta, kami tidak ingin masifnya distribusi air dari BPBD membuat pengusaha lokal menjadi penonton dan usaha mereka menjadi tergganggu,

Lebih-lebih di masa pandemi Covid-19. Perusahaan swasta menerima pembayaran secara tunai air / real cost sesuai dengan di suplai, lebih banyak disuplai semakin baik, kami buat suplaibminimal per tangki 4 kali per tangki untuk didistribusikan,

Pelaksanaan program secara real cost seperti ini merupakan terobosan baru pendistribusian air bersih ke wilayah terdampak kekeringan di Lotim. Kami berharap pola ini dapat berhasil dan berdampak baik bagi masyarakat.