Anggota DPRD Lombok Tengah Ini Rela Panas-panasan Temui Aksi Mahasiswa

LOMBOKita – Sejumlah mahasiswa Lombok Tengah mendatangi Kantor DPRD setempat, Kamis (25/8/2022). Mereka menyampaikan keluh-kesah kondisi asrama mahasiswa Lombok Tengah yang berada di Kota Mataram segera diperbaiki atau dibangun ulang.
Koordinator Umum Aliansi Mahasiswa Lombok Tengah Radian Hasan bersama puluhan temannya ke Kantor DPRD Lombok Tengah dan menggelar “mimbar bebas” di halaman kantor yang saat itu sedang terik panas matahari.
Dalam orasinya, Radian Hasan mengatakan kondisi asrama mahasiswa itu sudah tidak layak dihuni lagi. Sebagian atap roboh dan tembok juga sudah banyak yang hancur.
“Sudah tinggal bangunannya saja, sebagian atap sudah ambruk. Bagaimana bisa ditempati,” lantang Radian Hasan.
Radian mendesak pemerintah Kabupaten Lombok Tengah segera melakukan perbaikan bahkan harus dibangun ulang melihat kondisi bangunan yang saat ini sangat memprihatinkan.
“Kalau tidak bisa pada APBD Perubahan tahun ini, paling tidak menjadi skala prioritas prmbangunan pada APBD murni tahun 2022,” kata Radian.
Selain soal pembangunan asrama, para mahasiswa mendesak pemerintah daerah menggulirkan dana untuk beasiswa kurang mampu.
“Silakan susun regulasinya untuk membantu teman-teman mahasiswa mendapatkan dana bantuan berupa beasiswa,” kata Radian.

Anggota Komisi IV Legewarman yang menemui aksi aliansi mahasiswa Lombok Tengah mengatakan siap mengawal penganggaran untuk pembangunan asrama mahasiswa di Kota Mataram.
Legewarman juga mendukung upaya-upaya yang dilakukan aliansi mahasiswa untuk mendorong pemerintah daerah melakukan renovasi atau membangun ulang asrama mahasiswa Lombok Tengah di Kota Mataram.
“Kita tentu sangat prihatin mendengar kondisi asrama yang rusak parah dan tidak bisa ditempati lagi,” ujar Legewarman pada aksi yang mendapat pengawalan aparat kepolisian Sektor Praya Tengah itu.
Ketua DPC PBB Lombok Tengah itu juga mendorong pemerintah daerah pandai-pandai melakukan inovasi dan kreasi untuk mencari solusi atas tuntutan mahasiswa yang notabene aset berharga bagi daerah Lombok Tengah.
Bahkan, anggota dewan dua periode itu bersedia menandatangani surat komitmen untuk mendukung tuntutan rehab dan pembangunan ulang asrama mahasiswa di Mataram.
Kemudian terkat tuntutan pemberian dana beasiswa mahasiswa, Legewarman mengatakan hal tersebut membutuhkan regulasi yang jelas, sehingga peruntukannya bisa tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.
Untuk mendapatkan kejelasan tentang pembangunan ulang asrama mahasiswa dan beasiswa mahasiswa kurang mampu, Legewarman mempersilakan para mahasiswa menyuarakannya di pemerintah daerah.
Benar saja, usai melakukan unjukrasa di Kantor DPRD, para mahasiswa tersebut bergeser ke Kantor Bupati Lombok Tengah.
Setelah lama melakukan orasi, mereka diterima oleh Sekretaris Daerah Lalu Firman Wijaya.
Pada kesempatan itu, Sekda menjelaskan kondisi keuangan daerah tidak memungkinkan untuk melakukan pembagunan ulang asrama mahasiswa di Kota Mataram.
“Saya tidak berani berjanji, karena keuangan daerah kita belum ada untuk pembangunan itu,” jawab Sekda Lombok Tengah.

