TPPS Pusat Pantau Intervensi Serentak Pencegahan Stunting 2024

Keterangan FOTO : Pj Bupati Lotim HM Juaini Taofik menerima kunjungan tim pemantau penanganan intervensi serentak penanganan stunting, di rupatama I kantor Bupati, Selasa (4/6)

LOTIM LOMBOKita – Kasus stunting di wilayah kabupaten Lombok Timur, belakangan ini menjadi trending tofik di tengah masyarakat, bahkan dalam menekan angka stungting ini, Pemkab Lotim telah menggepar rembuk stunting baru baru ini, dan menetapkan 10 pasti dalam intevensi serentak pencegahan stunting, seiring penetapan lokus.

” kasus stunting sepekan ini sempat menjadi trending tofik di tengah masyarakat,” ungkap Pj Bupati Lotim HM Juaini Taofik dihadapan tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Pusat, di Rupatama I kantor Bupati, Selasa (4/6).

Sehingga salah satu upaya dalam penanganan stunting di Lotim, menurut Pj Bupati, yaitu pihaknya melakukan Penguatan ketahanan pangan berkolaborasi dengan dinas kesehatan dan PKK.

Demikian halnya dengan penyediaan antropometri, sebagai alat ukur terstandar di seluruh Posyandu yang ada di daerah ini. hasil pengukuran lebih riil, dan tidak perlu menunggu hasil survey pusat.

Penurunan kasus stunting di Lombok Timur sebut Taofik, tidak terlepas dari peran berbagai pihak yang telah banyak berbuat. Kendati demikian, Pemda Lotim, tetap terbuka terhadap masukan untuk perbaikan ke depan untuk terus menurunkan kasus stunting.

Anggota Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Pusat Sri Wahyuni, dalam kunjungannya mengatakan, hal ini, sebagai bagian dari Pemantauan Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting 2024,

Pihaknya juga, mengapresiasi prestasi Pemerintah Kabupaten kota di Pulau Lombok, khususnya Pemda NTB, yang telah berhasil menurunkan kasus stunting di daerah ini.

” Kolaborasi seluruh elemen yang ada juga menjadi perhatian dan dinilianya sangat baik ,” katanya.seraya berharap semua pihak dapat berperan aktif dalam menurunkan stunting, mulai dari desa hingga OPD.

Lebih lanjut, Sri mengingatkan, bulan Juni merupakan intervensi serentak pencegahan stunting, yang diharapkan dapat meningkatkan kunjungan dan cakupan sasaran ke Posyandu, dan mendeteksi masalah gizi, serta memberikan edukasi, pencegahan stunting kepada seluruh sasaran yang memiliki masalah gizi.

Dengan harapan, kegiatan tersebut. dapat meningkatkan kualitas data dan pengukuran secara rutin, Langkah ini merupakan bagian dari upaya penguatan konvergensi, sehingga data yang diperoleh dapat segera ditindaklanjuti.

Ia pun mengapresiasi tingginya angka kunjungan ke Posyandu yang mencapai lebih dari 90%. Namun demikian ia berharap Pemda juga fokus dalam penurunan kasus wasting dan underweight yang disebutnya masih cukup tinggi.

Sebab dikhawatirkan jika kasus tersebut tidak ditangani dengan baik akan jatuh menjadi stunting.

Sebelumnya TPPS telah berkunjung pula ke salah satu Posyandu. TPPS Pusat diterima TPPS Kabupaten Lombok Timur dan Sekretaris BKKBN Provinsi NTB.