Ditertibkan, Warga Jurang Koak Bertahan Sambil Gendong Bayi

LOMBOKita – Ratusan warga Jurang Koak Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat diusir secara paksa oleh aparat gabungan dari kawasan hutan Pesugulan, Sabtu (16/9/2017).

Para warga berusaha bertahan dan melawan aparat gabungan yang terdiri dari Polri, TNI dan TNGR itu. Para warga yang diketahui menguasai hutan Jurang Koak itu bahkan telah bersiap menghalau petugas menggunakan sejumlah senjata tradisional seperti bambu runcing, parang, ketapel dan kayu.

“Kami menghimbau kepada warga untuk segera keluar secara baik-baik tanpa melakukan perlawanan sebelum kami bergerak untuk membubarkan kalian,” himbau Karo Ops Polda NTB, Kombes Pol. I Made Maningkaya menggunakan pengeras suara.

Himbauan tersebut malah dibalas dengan teriakan tetap mempertahankan tanah adat yang mereka klaim sebagai peninggalan nenek moyang.

“Silakan saja pak polisi tembak, kami tidak takut,” teriak ratusan warga sambil membawa bambu runcing.

Para warga Jurang Koak juga berusaha bertahan dan melakukan perlawanan sambil menggendong bayi, anak masih usia sekolah dan perempuan maupun laki-laki dewasa serta orang tua. Namun, ratusan petugas juga tetap disiagakan di depan ratusan warga Jurang Koak sehingga warga pun sedikit demi sedikit mulai mundur. Terlebih setelah aparat melepaskan tembakan gas air mata.

Melihat warga kocar-kacir di lahan yang masuk kawasan Taman Nasional Gunung Runjani itu, aparat segera mengamankan sejumlah senjata tajam yang dibawa warga sebagai barang bukti.

“Warga jangan mau diperalat oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dengan memanfaatkan ini, karena lahan ini sudah jelas milik TNGR sesuai aturan yang ada,”tegas Kepala Balai TNGR NTB, Agus Budi Santoso.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Komentar ditutup.