Densus 88 Buru Penembakan Polisi di Bima

Ilustrasi Densus 88 / Antiteror

LOMBOKita – Aparat kepolisian berhasil mengidentifikasi para pelaku penembakan dua anggota polisi yang bertugas di Bima Kota, Nusa Tenggara Barat.

“Kemungkinan ada empat pelakunya,” kata Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB Kombes Pol Kristiaji di Mataram, Kamis.

Terkait dengan identitasnya, Kristiaji masih enggan menyebutkan. Namun dia memastikan bahwa identitas dari ke empat pelaku penembakan sudah dikantongi pihak kepolisian.

Selanjutnya, saat disinggung masalah dua identitas pelaku penembakan yang terungkap dari keterangan salah satu korban, yakni Bripka Abdul Gofur. Kristiaji mengatakan bahwa pengejarannya sudah ditangani Detasemen Khusus 88/Antiteror.

“Kalau itu Densus yang tangani, kita fungsinya ‘back-up’,” ujarnya.

Dua identitas pelaku penembakan yang teridentifikasi oleh korban adalah Imam Munandar dan Rahmat Hisbullah. Keduanya teridentifikasi saat menembak Bripka Abdul Gofur dari arah depan.

Rahmat Hisbullah adalah mantan narapidana kasus teroris yang pernah mendekam di Lapas Pasir Putih Nusakambangan, Jawa Tengah, selama lima tahun dan delapan bulan penjara.

Rahmat alias Mamat alias Bili dinyatakan bebas menjalani masa hukumannya pada pekan lalu, tepatnya 7 September 2017.

Dalam catatan hukumnya, dia pernah mendapat pelatihan militer di Poso, Sulawesi Tengah, dan bergabung dengan laskar Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di bawah pimpinan Santoso.