Cek Out Dari Hotel Bentuk Aksi Boikot Partai Final Cabor Tennis Lapangan
MATARAM LONBOKita – Persatuan Lawn Tennis Indonesia ( Pelti ) kabupaten Lombok Timur memboikot pertandingan Semi Final dan Final Porprov NTB ke XI yang di gelar Minggu (26/2), Dengan melakukan cek out malam ini Sabtu (25/2).
” Ini pelaksanaan Porprov terjelek selama Porprov di gelar, dan malam ini kami kontingen Cabor Tennis akan cek out, sebagai bentuk Protes,” katanya
Keputusan memboikot Partai Final kesepakat seluruh pengurus Pelti Lombok Timur bersama orang tua atlit, mereka telah menginjak nginjak harga diri Lotim, karena selama gelaran Porprov Lotim selalu drugikanr.
” ini masalah harga diri daerah, Selama ini kita selalu dirugikan panpel,dan kita selalu mengalah,” jelasnya.
permasalahan ini terjadi lantaran, Kota Mataram tetap mempertahankan atlitnya untuk bertanding pada semi Final , sementara atlit Lotim baru selesai bermaian
.
” kondisi atlit yang diminta untuk bermain, dalam kondisi kelelahan, Karena telah bermain tiga kali sehari,”katanya.
Kami hanya meminta agar pertandingan di gelar besok ( Minggu) sebelum pelaksanaan final di gelar, tapi Kota Mataram tetap bersikukuh mempertahankan untuk bermain,
” sebenarnya kita berharap keputusan dari panitiap Panpel,untuk memutuskan, tetapi justru panitia panpel memutuskan untuk tetap memainkan malam ini, sesuai hasil komonikasi dengan Tim kota Mataram,” tegasnya.
Ini harkat martabat kabupeten Lombok Timur, yang terinjak rinjak
” apa porprov ini untuk mencari medali atau prestise, ” katanya dan dirinya mengaku patut dicurigai ada perselingkuhan antara Panpel dan tim Kota Mataram.
Sebelum keributan terjadi, Atlit Lotim tunggal Putri Deasya sebelumnya telah meraih kemenengan untuk bertanding di partai Final, termasuk ganda tunggal Deasya/ Sasa juga akan bertanding di partai Final.
” apalah artinya medali, tanpa menjunjung sportifitas, kami mengejar prestasi bukan prestise,” sebut.
Lebih lanjut Hafsan menegeskan, keputusan memboikot dan cek out inj, lantaran saat pertandingan semi Final Kota Mataram Versus KLU, dinilai penuh permainan ibarat film DRAKOR..
Adanya kejadian ini Ketua Pelti Lotim, menilai bentuk ketidak mampuan Panitia Pelaksana dan Ketua Pelti NTB dalam menyelesaikan masalah.
