Alunan Budaya Pringgasela di Hadiri Bupati dan Wakil Bupati Lotim
LOTIM LOMBOKita – Kegiatan Alunan Budaya Pringgasela yang sempat terhenti dua tahun terakhir, akibat Covid 19, kembali di gelar, selama sepekan terakhir,
Bupati Lotim HM Sukiman Azmy dan Wakil Bupati H Rumaksi, bersama Kepala Kadis Pariwisata Lotim dan Provinsi NTB,Forkopinda, Kepala OPD serta Ketua GOW Lotim Hj Siti Kudsiah Rumaksi, juga turut hadir menyemarakan kegiatan tahunan Alunan Budaya Pringgasela tersebut, Kamis (28/7)..
Kegiatan pembukaan Alunan Budaya Pringgasela ini, di meriahkan berbagai atraksi Budaya dan tarian, termasuk mempertontontonka cara pembuatan kain tenun yang terkenal di wilayah Pringgasela.
Wakil Bupati Lotim H Rumaksi SJ dalam sambutannya, mengaku, pemkab Lombok Timur mengapresiasi dan bangga dengan kegiatan Alunan Budaya pringgasela yang dilakukan oleh masyarakat pringgasela, dan kegiatan ini di gelar tiap tahun, hanya saja kegiatan ini sempat tek terselenggara imbas dari Covid 19 yang melanda negara baru baru ini.
” Mewakili pemkab, saya apresiasi dan bangga terhadap masyarakat Pringgasela yang konsisten telah menyelenggarakan kegiatan Alunan budaya pringgasela ini,” ucapnya.
Menurut Rumaksi, Kegiatan Alunan Budaya ini, yang telah dilakukan bertahan tahun selama ini, kedepannya Alunan Budaya pringgasela ini menjadi event tetap,baik Kabupaten, provinsi maupun nasional.
” Alunan Budaya pringgasela ini dapat menjadi event tahunan,” katanya, karena kegiatan seperti ini, sebagai salah satu langkah peningkatan perekonomian masyarakat.
Dikatakan Rumaksi, melalui even Alunan budaya Pringgasela ini, para pengerjaan tenun menjadi berkembang, bakan pengerjaan tenun ini dapat membentuk kelompok, yang nantinya bisa mendapatkan bantuan modal dari pemerintah melalui program Lombok Timur Berkembang.
” Kalau event ini berjalan, para pengerjaan tenun dapat membuat kelompok, dan dapat di Bantu oleh pemerintah untuk modal, melalui program Lotim Berkembang” ucapnya.
Alunan Budaya Desa VI ini dijadwalkan berlangsung hingga akhir Juli dengan sejumlah agenda. Selain bazar, digelar pula pengajian dan shalawat, malam seni, hingga karnaval tenun sebagi puncak pada Ahad 31 Juli. Tema yang diangkat pada penyelenggaraan tahun ini adalah “Karnaval Tenun”
